Banyak ahli dan cendekiawan pada abad ke-16 sudah mulai mencari
bentuk dan sistem untuk membuat kendaraan bawah air ini. Ilhamnya dimulai dari
perahu atau kapal biasa. Kaitannya jelas, kapal atau perahu meluncur di atas
air. Beberapa bagiannya berada di dalam air.
Lalu timbul pemikiran: "Bagaimana kalau semua bagian kapal
dapat berada di dalam air, tapi tetap dapat meluncur dan dikendarai seperti
kapal biasa ?!"

Lalu pemikiran dengan bantuan ilmu pengetahuan untuk membuat kapal selam muncul pada tahun 1578. William Bourne, seorang ahli matematika, merancang sebuah kapal dilapisi oleh kulit yang kedap air. Kapal ini dimaksudkan dapat didayung di dalam air, karena waktu itu belum dikenal adanya mesin.
Tapi kapal ini gagal diwujudkan. Gagasan serupa diteruskan oleh orang Jerman pada tahun 1620. Pembuatnya bernama Cornelis Drebbel, membuat kapal yang berhasil menyelam sedalam 360 sampai 450 centimeter, didayung oleh 12 orang.
Kapal selam sederhana tanpa dayung serta peralatan yang lebih maju dimulai oleh seorang anak sekolahan d Yale (Amerika Serikat), David Bushnell. Kapal selam ciptaannya berbentuk seperti telur, terbuat dari kayu.

Lalu pemikiran dengan bantuan ilmu pengetahuan untuk membuat kapal selam muncul pada tahun 1578. William Bourne, seorang ahli matematika, merancang sebuah kapal dilapisi oleh kulit yang kedap air. Kapal ini dimaksudkan dapat didayung di dalam air, karena waktu itu belum dikenal adanya mesin.
Tapi kapal ini gagal diwujudkan. Gagasan serupa diteruskan oleh orang Jerman pada tahun 1620. Pembuatnya bernama Cornelis Drebbel, membuat kapal yang berhasil menyelam sedalam 360 sampai 450 centimeter, didayung oleh 12 orang.
Kapal selam sederhana tanpa dayung serta peralatan yang lebih maju dimulai oleh seorang anak sekolahan d Yale (Amerika Serikat), David Bushnell. Kapal selam ciptaannya berbentuk seperti telur, terbuat dari kayu.
Perlengkapan utamanya adalah pipa pernapasan ke atas permukaan air, baling-baling yang diputar dengan tenaga tangan, tangki yang mengelola daya apung dan tenggelam kapal selam ini (bila ingin menyelam, beberapa tangki diisi air lewat katup yang dapat diatur dengan kaki dan bila timbul ke atas air, air ini dipompa keluar dengan tangan), kompas dan sebuah pemberat agar kedudukan kapal tetap. Karena kapal ini kemudian dipergunakan untuk perang, maka kapal ini juga diperlengkapi dengan torpedo. Padahal ini baru tahun 1775 !?
Kapal selam dengan penggerak bukan manusia dimulai oleh Robert Fulton. Ia menggunakan mesin uap untuk menjalankan kapalnya. Dan untuk memudahkan kapal meluncur maju, kapal ini dibuat dengan bentuk cerutu. Kapal cerutu ini membawa 2 awak kapal dan sudah mampu menyelam beberapa jam.
Kapal selam yang lebih maju lagi dipunyai Angkatan Laut AS pada tahun 1900. Penciptanya bernama John PG
Tapi dalam pemakaiannya, bahan bakar bensin sering membahayakan kapal itu sendiri. Kemudian untuk mengatasi masalah ini, dibuat mesin dengan bahan bakar yang lebih aman, yaitu solar, dengan mesin diesel. Ini terjadi pada tahun 1905 dan pelopornya adalah Inggris. Kapal selam bertenaga diesel ini kemudian menjadi bakuan kapal-kapal selam berikutnya. Sekarang ini ada kapal selam yang berkekuatan sampai 1.000-1.600 tenaga kuda pada dieselnya.
Setelah Perang ke-2 Dunia (P2D), peralatan dan kemampuan kapal selam maju lebih jauh lagi. Dalam perang itu -misalnya- kapal selam
Kecepatan kapal selam ini sesungguhnya bisa mencapai 45 knot, tapi
dengan alasan keamanan kapal itu sendiri, kecepatan yang dipergunakan hanya 20
knot. Dengan kecepatan ini torpedo dapat dilontarkan dengan kecepatan 29 knot.
AS malah semakin menunjukkan kekuatan pertahanan laut yang semakin kokoh. Pada tahun 1954,AL -AS
membuat sejarah baru, dengan meluncurkan kapal selam pertama bertenaga nuklir,
bernama Nautilus. Pada tahun itu pula semua puncak kemampuan dan kecepatan
kapal selam ditumbangkan olehnya. Nautilus pun menjadi kapal selam pertama yang
berhasil melintasi Kutub Utara pada tahun 1958.
Ada puncak lain
yang dibuat, tapi oleh kapal selam lain bernama Triton. Tahun 1960 Triton
berhasil mengarungi seluruh lautan di dunia di bawah air. Kapal ini melintasi
66.970 kilometer dan mengarunginya dalam 84 hari saja. Bukan cuma itu, pada
tahun 1960 AS juga telah mulai melengkapi kapal-kapal selam mereka dengan
peluru kendali (rudal) antarbenua. Rudal balistik ini bisa melewati 1.930
kilometer dan menghancurkan negara yang dituju.
Tapi bukan AS saja yang punya kapal selam nuklir. Soviet juga punya. Bahkan menurut ahli-ahli militer dunia, Soviet punya armada kapal selam yang lebih banyak. Soviet punya sekitar 350 kapal selam, dengan sekitar 60 kapal selam dipersenjatai rudal balistik. AS cuma punya 135 kapal selam dengan 40 di antaranya bersenjata rudal balistik. Mereka berdua memang tukang perang, sehingga memang harus punya peralatan perang yang banyak.
AS malah semakin menunjukkan kekuatan pertahanan laut yang semakin kokoh. Pada tahun 1954,
Tapi bukan AS saja yang punya kapal selam nuklir. Soviet juga punya. Bahkan menurut ahli-ahli militer dunia, Soviet punya armada kapal selam yang lebih banyak. Soviet punya sekitar 350 kapal selam, dengan sekitar 60 kapal selam dipersenjatai rudal balistik. AS cuma punya 135 kapal selam dengan 40 di antaranya bersenjata rudal balistik. Mereka berdua memang tukang perang, sehingga memang harus punya peralatan perang yang banyak.
Negara-negara lain yang lebih cinta damai sudah tentu punya peralatan yang lebih sedikit. Contohnya

Meskipun di zaman
sekarang sama-sama merupakan alat persenjataan yang menggetarkan, namun
dibandingkan pesawat terbang atau tank misalnya, maka sejarah kapal selam
ternyata sudah jauh lebih tua. Sejak abad pertengahan, para penemu atau
investor di Eropa sudah mulai memikirkan bagaimana membuat kapal yang dapat
menyelam dan timbul lagi dengan dayanya sendiri, baik untuk kepentingan
peperangan maupun sekedar mengamati kehidupan di dalam laut.
Seorang penemu dari Nuremberg di Jerman bernama Keyser
tahun 1465dilaporkan sudah merancang sebuah perahu yang dapat menyelam dalam
air. Namun yang secara sadar merancang sebuah kapal yang menyelam untuk
menghindari musuh adalah seorang inggris yang kreatif, William Bourne. Pada
tahun 1578 dia membuat rencana kapal selam dengan cukup rinci. Dilengkapi
dengan tangki-tangki (ballast) yang dapat di isi air dan di kosongkan lagi untuk
mengapung. Namun rancangan ini tidak mewujudkan secara nyata, melainkan hanya
di tuangkan dalam buku Inventions of Devices. Padahal sistem tanki balas
tersebulah yang di kemudian hari menjadi suatu kunci terpenting pada kapal
selam.
Seorang investor Belanda bernama Cornelius Drebbel, 50
tahun kemudian memberanikan diri mewujudkan sebuah kapal selam yang berbentuk
seperti dua perahu yang di susun yang di tutup dengan kulit agar kedap air.
Lubang-lubang dayungannya juga dibuat sedemikian rupa sehingga tidak kemasukan
air . Drebbel tidak menggunakan sistem balas, melainkan dengan pemberat biasa
seperti besi agar perahunya menyelam.
Pada 1620 ia mendemokan kapal selam di sungai Themes di London, dan konon di situ ia dikabarkan telah memakai pipa dan katup untuk memasukkan udara bersih ke kabin dan mengeluarkan udara kotor. Sehingga ia merupakan perintis pemakaian schnorkel, alat kapal selam modern yang di temukan juga oleh orang Belanda tiga abad kemudian, Adapula orang Prancis, de Son yang membantu membuat kapal selam untuk membantu Belanda dalam perang dengan inggris tahun 1652-54. Kapalnya di buat diRotterdam , diperkuat
dengan tombak-tombak besi di tabrakkan ke kapal musuh. De Son mengkalim
kapalnya mampu mengaramkan 100 kapal musuh setiap harinya dan dapat mencapai
kepulawan jajahan belanda di Indonesia hanya dalam enam pekan saja, Namun
kenyataannya, kapal tersebut tidak mampu bergerak dan hanya menjadi tontonan
saja.
Selang 30 tahun kemudian, seseorang pastor Italia Giovanni Alfonso Borelli pada 1680 juga merancang kapal selam yang di gerakkan dengan dayung dan memakai kantung-kantung pengapung dari kulit kambing . Pastor itu merancang kapal karena sebagai ilmuan ia ingin mengamati kehidupan dalam laut dengan kapalnya. Namun rancangan itu tetap tinggal di atas kertas, dan baru mewujud ketika orang inggris, Nethaniel Symons mengkopinya tahun 1747 dan menguji perahunya di S. Themes. Laporan pada masa itu menyebutkan kapal ini mampu bertahan di dalam air selama 45 menit.
Seorang penemu dari Nuremberg di Jerman bernama Keyser
tahun 1465dilaporkan sudah merancang sebuah perahu yang dapat menyelam dalam
air. Namun yang secara sadar merancang sebuah kapal yang menyelam untuk
menghindari musuh adalah seorang inggris yang kreatif, William Bourne. Pada
tahun 1578 dia membuat rencana kapal selam dengan cukup rinci. Dilengkapi
dengan tangki-tangki (ballast) yang dapat di isi air dan di kosongkan lagi untuk
mengapung. Namun rancangan ini tidak mewujudkan secara nyata, melainkan hanya
di tuangkan dalam buku Inventions of Devices. Padahal sistem tanki balas
tersebulah yang di kemudian hari menjadi suatu kunci terpenting pada kapal
selam.
Seorang investor Belanda bernama Cornelius Drebbel, 50
tahun kemudian memberanikan diri mewujudkan sebuah kapal selam yang berbentuk
seperti dua perahu yang di susun yang di tutup dengan kulit agar kedap air.
Lubang-lubang dayungannya juga dibuat sedemikian rupa sehingga tidak kemasukan
air . Drebbel tidak menggunakan sistem balas, melainkan dengan pemberat biasa
seperti besi agar perahunya menyelam. Pada 1620 ia mendemokan kapal selam di sungai Themes di London, dan konon di situ ia dikabarkan telah memakai pipa dan katup untuk memasukkan udara bersih ke kabin dan mengeluarkan udara kotor. Sehingga ia merupakan perintis pemakaian schnorkel, alat kapal selam modern yang di temukan juga oleh orang Belanda tiga abad kemudian, Adapula orang Prancis, de Son yang membantu membuat kapal selam untuk membantu Belanda dalam perang dengan inggris tahun 1652-54. Kapalnya di buat di
Selang 30 tahun kemudian, seseorang pastor Italia Giovanni Alfonso Borelli pada 1680 juga merancang kapal selam yang di gerakkan dengan dayung dan memakai kantung-kantung pengapung dari kulit kambing . Pastor itu merancang kapal karena sebagai ilmuan ia ingin mengamati kehidupan dalam laut dengan kapalnya. Namun rancangan itu tetap tinggal di atas kertas, dan baru mewujud ketika orang inggris, Nethaniel Symons mengkopinya tahun 1747 dan menguji perahunya di S. Themes. Laporan pada masa itu menyebutkan kapal ini mampu bertahan di dalam air selama 45 menit.
Seorang pembuat kapal Inggris lainnya bernama kapalnya Day pada 1773 berhasil menyelamkan kapalnya sedalam 30 kaki. Ia memakai pemberat batu yang dapat di lepas dari dalam kapal. Setahun kemudian ia mencoba lagi di perairan yang lebih dalam, Day bersama awaknya menyelamkan kapal mereka pada kedalaman 132 kaki tanpa memperhitungkan bahaya tekanan air yang makin dalam. Kapal beserta awaknya tidak muncul kepermukaan, dan usaha untuk menolong mereka gagal karena cuaca lalu memburuk. Di duga kapal selam Day tergencet tekanan air, dan ini merupakan kecelakaan fatal pertama kapal selam dalam sejarahnya.
Tenggelamkan kapal musuh
Dalam perjalanan sejarahnya yang sudah cukup panjang tadi, penggunaan kapal selam dengan tujuan militer untuk menenggelamkan kapal musuh, pertama kali di uji coba pada 1776 oleh seorang pejuang kemerdekaan Amerika, David Bushnel. Lawannya adalah AL Kerjaan Inggris yang paling kuat di dunia. Tatkala Revolusi Amerika dimulai pada tahun itu, Inggris pun dengan kekuatan lautnya memblokade Amerika. Untuk menebus dan melawan blokade itulah Bushnell membuat kapal selam yang dinamainya Turtle.
Kapal selam kecil ini direncanakan untuk menyerang musuh dengan mendekatinya dari dalam air, lalu melekatkan peledak pada tubuh kapal lawan. Dengan memicu pemicu ledak setelah 30 menit bom itu dilekatkan, diharapkan kapal selam kecil itu sudah menghindar cukup jauh apabila musuh mengejarnya.
Pada bulan Agustus 1776, kapal selam yang diawaki Sersan Ezra Lee tersebut di tugaskan untuk menyerang kapal perang Inggris HMS Eagle yang di lengkapi dengan 64 pucuk meriam, yang merupakan kapal bendera Laksamana Earl Howe. Kapal Perang ini bertugas memblokade
Namun Ezra merupakan orang perama dalam sejarah yang menyerang musuh dengan kapal selam, tidak begitu beruntung. Karena orang inggris keburu mengetahui dan mengejarnya dengan sekoci. Ezra pun melepaskan peledaknya dan bom itu meletus di depan para pengejarnya sehingga Ezra berhasil Lolos.
Dua kali percobaan menyerang dengan kapal selam dilakukan lagi, tetapi gagal semua. Pada perang Inggris lawan Amerika tahun 1812-13, Bushnell mencoba menyerang lagi dengan dengan Turtle yang telah di tingkatkan. Sasaran kali ini frigat inggris HMS Ramillies yang berada di perairan
Penemu kapal selam
Cornelius van Drebbel, Orang yang Mewujudkan Desain Leonardo da
vinci
Kapal selam menjadi alat trans-portasi
menarik dengan berba-gai tujuan. Mulai untuk keper-luan militer hingga hiburan.
Tapi, siapa sih yang mewujud-kan kendaraan bawah laut itu?
—
TOKOH yang paling dikenal sebagai penemu kapal selam adalah Cornelius van
Drebbel. Awalnya, pembuat sketsa kapal selam adalah Leonardo da Vinci
(1452-1519), sedangkan William Bourne merancang rencana pembuatan kapal
tersebut (1578). Tapi, yang berhasil membangunnya adalah Cornelius van Drebbel
pada 1620.
Awalnya, dia hanya melihat sketsa-sketsa yang dibuat dua temannya
itu. Lalu, perlahan van Drebbel mencoba merealisasikan sketsa yang menurutnya
unik tersebut. Standar pembangunannya tetap memakai sketsa
Bourne. Yaitu, menggunakan prinsip bahwa kapal dapat tenggelam bila tangki
diisi air. Apabila kapal akan dinaikkan ke permukaan, tanki air dikosongkan
terlebih dahulu.
Lalu, van Drebbel mencoba menerapkan hukum Archimedes dengan memakai
dayung sebagai penggerak. Tidak cukup sampai di situ, van Drebbel terus
meng-upgrade kapal selam buatannya. Terutama dalam hal desain dengan
membentuknya seperti susunan dua perahu dan ditutup kulit.
Lubang-lubang dayungan dibuat lebih rekat sehingga tidak kemasukan
air. Van Drebble tidak menggunakan sistem balas, tapi mencoba dengan besi agar
perahu lebih mudah menyelam.
Kapal selam itu menjadi kapal selam yang paling tua. Sebab, badannya
masih dibuat dari kulit binatang dan rangka kayu. Van Drebbel juga membungkus
kayu dasar kapal dengan bahan waterproof dan dayung perahu dengan kulit.
Penambahan tabung udara dilakukan van Drebbel untuk menyediakan oksigen.
Perjalanan pertamanya dilakukan bersama 12 pendayung di Sungai Thames . Dalam uji coba tersebut, kapal itu berhasil
menyelam sedalam 360-450 cm di bawah Sungai Thames, London , selama 2-3 jam.
Model terakhir yang dibuat van Drebbel mempunyai enam dayung dan
dapat menampung 16 penumpang. Kapal itu dapat menyelam selama tiga jam dan
belayar hingga 12-15 kaki (4-5-meter) di bawah permukaan air. Track-nya dimulai
di Westminster menuju Greenwich pulang pergi.
Kapal selam yang tampak seperti bentuk cerutu tersebut dibuat
hidrodinamik. Menurut van Drebbel, hidrodinamik dapat mengurangi hambatan
ketika tenggelam. Dengan begitu, kapal dapat tenggelam secara mulus. Kapal
selam itu mempunyai kecepatan sekitar 18 km/jam.
Saat ini kapal selam temuan van Drebbel mulai dikembangkan untuk
tujuan militer. Terutama sebagai kapal selam perang. Hal tersebut sebenarnya
jauh dari keinginan
Drebbel ketika pertama membuat kapal selam. Dia tidak ingin kapal
selam buatannya menjadi alat pembunuh
Jenis – jenis kapal
selam
Nuklir dan diesel -elektrik. Rudal balistik,anti
permukaan, hingga torpedo. itulah kemampuan yang mewarnai kapal selam jaman
sekarang. Soal lebih unggul mana, ya tergantung dari banyak faktor. Mulai dari
kebutuhan hingga urusan kekuatan kantong tiap negara operator. berikut beberapa
tipe kapal selam paska Perang Dunia II.
TYPE 209
Kalah perang memang berefek jelek bagi
Jerman. Bahkan setelah 25 tahun PD II berlalu, bangsa aria tetap wajib tunduk
pada peraturan yang dibuat sekutu. Mereka tidak di perbolehkan membangun kapal
selam dengan bobot lebih dari 1000 ton . jelas aturan tadi bisa mematikan
kreativitas. Tapi Tenang saja, masih ada jalan keluarnya. Buktinya biro desain
kapal selam Jerman Barat, IKL (Ingenieurkontor lubeck) nekat melangsir type 209
yang berbobot lebih dari 1.000 ton pada era 70 an. Nah, biar tak terjerat pada
aturan sekutu maka kapal selam ini hanya di tujukan bagi pangsa pasar ekspor.
Lebih dari 12 AL
dunia (termasuk TNI AL) memakai varian type 209, cukuplah jadi tanda keandalan
kapal selam ini.
Spesifikasi
Kru : 30-33 orang.
Bobot Selam : 1.440 ton
Bobot Permukaan : 1.320 ton
Panjang (P) : 61 Meter
Beam : 6,2 m
Drought : 5,5 meter
Mesin Empat Generator MTU, Sebuah Motor Elektrik Siemens, baling-baling tunggal
Kecepatan Selam Mks : 22 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 11 Knot
Persenjataan : Delapan Tabung Peluncur Terpedo Kaliber 21 Inci (533 mm)
KILO
Primadona Rusia di bidang ekspor kapal selam ? jawabannya tak ada lain ada pada kelas kilo. Kalau sudah begini pastilah kita menyangka kapal racikan era 80-an ini hebat segala-galanya, padahal pada kenyataannya ia tak lebih dari sebuah kapal selam jarak sedang (Medium
Range ). Artinya dia
kurang mampu dalam untuk diajak berenang antar samudra. Toh, kekurangannya jadi
tak membuat “Barat” bisa memergoki dengan mudah. Selain karena dikenal dengan
teklnologi semi stealth. Mesin diesel yang di gunakan pada kelas kilo ini
terbukti tangguh dalam memberikan perlawanan.
Tercatat NATO baru bisa menyimak jelas-jelas KILO pada tahun 1986. Atau setahun setelah kapal ini resmi masuk ke dalam dinas Operasional
Spesifikasi :
Kru : 60 orang
Bobot Selam : 3.000 ton
Bobot Permukaan : 2.500 ton
Panjang (P) : 70 Meter
Beam (b) : 9,9 m
Drought : 6,5 meter
Mesin : Dua generator disel; motor elektrik dan baling-baling tunggal enam bilah
Kecepatan Selam Mks : 16 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 12 Knot
Persenjataan : Enam tabung terpedo kaliber 21 inci (533mm) atau ranjau di bagian depan
DELTA
Julukan si Bongkok memang pantas melekat pada kapal selam Soviet yang satu ini, kelas Delta. Betapa tidak ? dengan punuk yang menempel di bagian belakang punggung maka bayangan kapal akan terlihat seperti orang bongkok. Tapi, jangan salah , justru pada bagian itulah kunci dari kesaktian Delta. Disitu tertanam 16 Pelontar rudal Balistik SS-N-18 Stingray.
Mulai dibuat pada tahun 1972, Delta punya banyak varian sebut saja dari Delta I hingga IV. Untuk varian yang terakhir tadi sebanyak 14 buah kapal berhasil di rampungkan pada tahun 1985 pihak barat sering memergoki kapal selam ini mondar-mandir di sekitar wilayah Antartika dan Pasifik
Spesifikasi :
Kru : 120 orang.
Bobot Selam : 13.550 ton
Bobot Permukaan : - ton
Panjang (P) : 164 Meter
Beam (b) : 12 m
Drought (d) : 9 meter
Mesin : Dua reaktor dengan dua baling-baling ganda
Kecepatan Selam Mks : 24-25 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : - Knot
Persenjataan : Enam tabung Torpedo dan 16 pelontar rudal vertikal
DAPHNE

Ini adalah prinsip orang Prancis buat meracik sebuah Kapal Selam di era 50-an. Mengorbankan kecepatan agar bisa menyelem lebih dalam serta mengusung senjata lebih berat. Nah, prinsip semacam itulah yang lantas diterapkan pada kapal selam Daphne. Karakter khas yang disandang adalah soal pemasangan torpedo, sebanyak 12 tabung terpasang eksternal. Perinciannya, delapan menghadap depan sisanya menghadap ke belakang. Sistem seperti tadi di percaya mengurangi beban awak kerja awak. Tercatat AL Prancis pernah mengoprasikan 11 unit kepal selam tipe ini sebelum di pensiunkan pada tahun 1990.
Spesifikasi :
Kru : 45 orang.
Bobot Selam : 1.045 ton
Bobot Permukaan : 870 ton
Panjang (P) : 57,8 Meter
Beam (b) : 6,8 Meter
Drought : 4,6 meter
Mesin : Dua Generator Disel dan Dua motor elektrik
Kecepatan selam Mks : 16 knots Knots
Kecepatan permukaan Mks : 13,5 Knots
Persenjataan : Delapan Tabung Terpedo Di Bagian Depan Dan Empat Lainnya Di Belakang
WALRUS
TYPE 209
Kalah perang memang berefek jelek bagi
Jerman. Bahkan setelah 25 tahun PD II berlalu, bangsa aria tetap wajib tunduk
pada peraturan yang dibuat sekutu. Mereka tidak di perbolehkan membangun kapal
selam dengan bobot lebih dari 1000 ton . jelas aturan tadi bisa mematikan
kreativitas. Tapi Tenang saja, masih ada jalan keluarnya. Buktinya biro desain
kapal selam Jerman Barat, IKL (Ingenieurkontor lubeck) nekat melangsir type 209
yang berbobot lebih dari 1.000 ton pada era 70 an. Nah, biar tak terjerat pada
aturan sekutu maka kapal selam ini hanya di tujukan bagi pangsa pasar ekspor.
Lebih dari 12 Spesifikasi
Kru : 30-33 orang.
Bobot Selam : 1.440 ton
Bobot Permukaan : 1.320 ton
Panjang (P) : 61 Meter
Beam : 6,2 m
Drought : 5,5 meter
Mesin Empat Generator MTU, Sebuah Motor Elektrik Siemens, baling-baling tunggal
Kecepatan Selam Mks : 22 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 11 Knot
Persenjataan : Delapan Tabung Peluncur Terpedo Kaliber 21 Inci (533 mm)
KILO
Primadona Rusia di bidang ekspor kapal selam ? jawabannya tak ada lain ada pada kelas kilo. Kalau sudah begini pastilah kita menyangka kapal racikan era 80-an ini hebat segala-galanya, padahal pada kenyataannya ia tak lebih dari sebuah kapal selam jarak sedang (
Tercatat NATO baru bisa menyimak jelas-jelas KILO pada tahun 1986. Atau setahun setelah kapal ini resmi masuk ke dalam dinas Operasional
Spesifikasi :
Kru : 60 orang
Bobot Selam : 3.000 ton
Bobot Permukaan : 2.500 ton
Panjang (P) : 70 Meter
Beam (b) : 9,9 m
Drought : 6,5 meter
Mesin : Dua generator disel; motor elektrik dan baling-baling tunggal enam bilah
Kecepatan Selam Mks : 16 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 12 Knot
Persenjataan : Enam tabung terpedo kaliber 21 inci (533mm) atau ranjau di bagian depan
DELTA
Julukan si Bongkok memang pantas melekat pada kapal selam Soviet yang satu ini, kelas Delta. Betapa tidak ? dengan punuk yang menempel di bagian belakang punggung maka bayangan kapal akan terlihat seperti orang bongkok. Tapi, jangan salah , justru pada bagian itulah kunci dari kesaktian Delta. Disitu tertanam 16 Pelontar rudal Balistik SS-N-18 Stingray.
Mulai dibuat pada tahun 1972, Delta punya banyak varian sebut saja dari Delta I hingga IV. Untuk varian yang terakhir tadi sebanyak 14 buah kapal berhasil di rampungkan pada tahun 1985 pihak barat sering memergoki kapal selam ini mondar-mandir di sekitar wilayah Antartika dan Pasifik
Spesifikasi :
Kru : 120 orang.
Bobot Selam : 13.550 ton
Bobot Permukaan : - ton
Panjang (P) : 164 Meter
Beam (b) : 12 m
Drought (d) : 9 meter
Mesin : Dua reaktor dengan dua baling-baling ganda
Kecepatan Selam Mks : 24-25 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : - Knot
Persenjataan : Enam tabung Torpedo dan 16 pelontar rudal vertikal
DAPHNE

Ini adalah prinsip orang Prancis buat meracik sebuah Kapal Selam di era 50-an. Mengorbankan kecepatan agar bisa menyelem lebih dalam serta mengusung senjata lebih berat. Nah, prinsip semacam itulah yang lantas diterapkan pada kapal selam Daphne. Karakter khas yang disandang adalah soal pemasangan torpedo, sebanyak 12 tabung terpasang eksternal. Perinciannya, delapan menghadap depan sisanya menghadap ke belakang. Sistem seperti tadi di percaya mengurangi beban awak kerja awak. Tercatat AL Prancis pernah mengoprasikan 11 unit kepal selam tipe ini sebelum di pensiunkan pada tahun 1990.
Spesifikasi :
Kru : 45 orang.
Bobot Selam : 1.045 ton
Bobot Permukaan : 870 ton
Panjang (P) : 57,8 Meter
Beam (b) : 6,8 Meter
Drought : 4,6 meter
Mesin : Dua Generator Disel dan Dua motor elektrik
Kecepatan selam Mks : 16 knots Knots
Kecepatan permukaan Mks : 13,5 Knots
Persenjataan : Delapan Tabung Terpedo Di Bagian Depan Dan Empat Lainnya Di Belakang
WALRUS

Walrus bisa di golongkan sebagai wakil kapal selam konvensional modern. Tak perulah membedah soal jeroan kapal Belanda ini untuk membuktikannya. Dilihat dari tahun peluncuran pertamanya saja sudah bisa. Walrus diluncurkan pertama kali pada di galangan kapal pada bulan Oktober 1985. Ia merupakan jawaban atas kebutuhan armada kapal selam AL Belanda. Basis yang dipakai pengembangan adalah kelas Zvaardvis. Tentu saja setelah mendapat pembenahan disana-sini
Spesifikasi
Kru : 50 orang.
Bobot Selam : 2.800 ton
Bobot Permukaan : 2.450 ton
Panjang (P) : 67,7 Meter
Beam (b) : 8,4 Meter
Drought : 7 Meter
Mesin : Tiga Motor Disel, motor elektrik dan dua baling-baling tunggal
Kecepatan selam Mks : 21 Knots
Kecepatan permukaan Mks : 12Knots
Persenjataan : Empat Tabung Torpedo Multi Fungsi ke arah depan
TYPHOON

Agustus 1980. Boleh jadi adalah waktu kelahiran kapal selam paling raksasa sejagat, Typhoon. Tapi bukan tanpa alasan Soviet membangunnya di galangan kapal selam terbesar di dunia,
Spesifikasi
Kru : 150 orang.
Bobot Selam : 25-30.000 ton
Panjang (P) : 170Meter
Beam (b) : 23 Meter
Drought : 11,5 Meter
Mesin : Dua unit raktor dengan dua unit baling-baling
Kecepatan Mks : 24 Knots
Persenjataan : 20 unit rudal balistik SS-N-20 Stugeorr delapan unit tabung torpedo
LOS ANGELES

Kode resmi yang disandang oleh kapal selam kelas
Spesifikasi
Kru : 127 orang.Bobot Selam : 6,927 ton
Bobot Permukaan : 6.080 ton
Panjang (P) : 109 Meter
Beam (b) : 10,1 Meter
Drought : 9,8 Meter
Mesin : Sebuah reaktor S6G dengan baling baling tunggal
Kecepatan Mks : 31 Knots
Persenjataan : empat tabung Toperdo Multi fungsi
Bila Soviet berjaya dengan Typhoon maka AL AS cukup bangga dengan kehadiran kapal selam nuklir kelas
Spesifikasi
Kru : 160 orang.
Bobot Selam : 18.750 ton
Bobot Permukaan : 16.764 ton
Panjang (P) : 170,7 Meter
Beam (b) : 12,8 Meter
Drought : 11,1 Meter
Mesin : Sebuah reaktor S8G dengan baling baling tunggal
Kecepatan Mks : 20 Knots
Persenjataan : 24 pelontar vertikal rudal balistik; empat tabung torpedo
LE REDOUTABLE

Dari namanya saja sudah bisa ditebak kala selam yang saru ini adalah buatan Francis, mulai diracik pada awal era 60-an dan berhasil dirampungkan tahun 1971, le Redoutable, merupakan simbol pertama kekuatan tahun 1971, le Redoutable merupakan simbol pertama kekuatan balistik laut AL Prancis. Biasis yang di pakai untuk pengembangannya adalah kapal selam AL AS dari kelas
Spesifikasi
Kru : 135 orang.
Bobot Selam : 9.000 ton
Bobot Permukaan : 8.000 ton
Panjang (P) : 128 Meter
Beam (b) : 10,6 Meter
Drought : 10 Meter
Mesin : Sebuah reaktor , sebuah motor listrik Dengan baling-baling tunggal
Kecepatan Mks : 20 Knots
Persenjataan : 16 pelontar vertikal rudal balistik; empat tabung torpedo
RESOLUTION
Urusan kapal selam pelontar rudal nuklir,
inggris punya jenis yang senada dengan Francis. Terbukti kerajaan ini lantas
ikutan mengadopsi kapal selam AS kelas Spesifikasi
Kru : 143 orang.
Bobot Selam : 8.400 ton
Bobot Permukaan : 7.500 ton
Panjang (P) : 129,5 Meter
Beam (b) 10,1 Meter
Drought : 9,1 Meter
Mesin : Sebuah Reaktor PWR 1 Baling-baling tunggal
Kecepatan Mks : 24 Knots
Persenjataan : 16 rudal vertikal balistik polaris A-3TK; Enam, Tabung Terpedo
Di
zaman sekarang ini kapal selam masih menjadi salah satu arsenal tempur yang
masih ditakuti. Kemampuan kapal selam yang bisa menyerang secara diam - diam
sehingga sulit terdeteksi lawan, kemudian menghilang dengan cepat. Berikut ini
beberapa tipe kapal selam baik yang bertenaga diesel maupun nuklir.
Urusan kapal selam memang dua negara ini,
Amerika dan Rusia memang masih yang terbaik, karena mereka punya segalanya,
baik teknologi maupun pendanaan.
Kilo
Kapal selam buatan Rusia ini dibangun sekitar
tahun 1980 dan banyak diekspor ke berbagai negara. Kapal selam berbobot 3000
ton jika menyelam ini di awaki oleh 60 orang kru. Kapal selam sepanjang 70
meter ini dilengkapi dengan dua generator diesel, motor elektrik dan
baling-baling tunggal enam bilah. Kapal selam ini di persenjatai dengan enam
tabung torpedo kaliber 21 inci dan mampu melaju 16 knots waktu menyelam, bila
dipermukaan 12 knots.
Tipe 209
Kapal selam buatan Jerman ini berbobot selam
1440, bobot permukaan 1320, dengan panjang 61 meter. Dengan mesin empat
generator diesel MTU, sebuah motor elektrik dan baling-baling tunggal. Kapal
selam yang dilengkapi dengan peluncur torpedo 21 inci ini mampu melaju di kedalaman
dengan kecepatan 22 knot.
Typhoon
Di era tahun delapan puluhan kapal selam rusia
ini menjadi kapal selam terbesar didunia. Bagai mana tidak, kapal selam yang
diawaki oleh 150 kru ini berukuran super besar dengan panjang 170 meter dan
bobot selam 30.000 ton. Kapal selam ini mampu melaju 24 knots karena dilengkapi
dengan dua unit reaktor dengan dua unit baling-baling.
Dalam urusan persenjataan, kapal selam ini ditakuti karena dilengkapi dengan rudal balistik SS-N-20 Sturgeon yang mampu menghajar kota-kota penting di Amerika. Selain itu Kapal selam inijuga dilengkapi dengan delapan unit tabung torpedo.
Untuk menandingi Rusia dalam bidang
pertahanan, amerika pun menciptakan monster laut yang menakutkan juga. Kapal
selam nuklir ini diawaki oleh 160 kru dan dilengkapi rudal balistik Trident
yang sanggup menghantam kota-kota penting di Rusia.
Kapal berbobot selam 18.750 ton, dan panjang
170 meter dilengkapi dengan sebuah reaktor S8G dengan baling-baling tunggal
sehingga mampu melaju dengan kecepatan sekitar 20 knots. Selain dilengkapi
dengan 24 pelontar vertikal rudal balistik kapal selam ini juga dipersenjatai
dengan empat tabung torpedo.
Pembuatan kapal selam

NINOK LEKSONO
Masih dalam suasana peringatan hari jadi ke-65 TNI, maka
satu tema yang masih terus bergema adalah pengembangan kemampuan industri
pertahanan nasional. Bukan saja sekarang sudah ada Komite Kebijakan Industri
Pertahanan (KKIP), melainkan juga karena sekarang penguatan industri pertahanan
dalam negeri telah diangkat sebagai wacana pendamping penguatan postur angkatan
bersenjata RI.
Dua hal setidaknya bisa menjelaskan hal di atas. Pertama,
ketika menjalani uji kelayakan dan kepatutan untuk menjadi Panglima TNI di DPR,
Laksamana Agus Suhartono mendapat pesan bahwa terkait dengan pembangunan postur
TNI, hal itu dilaksanakan dengan mempertimbangkan sungguh-sungguh pelibatan
industri pertahanan dalam negeri. Berikutnya, sehari menjelang HUT ke-65 TNI,
Presiden ketika memimpin sidang kabinet yang khusus membahas alat utama sistem
persenjataan (alutsista) TNI menegaskan bahwa upaya modernisasi alutsista
disertai komitmen mengutamakan produk industri strategis dalam negeri, kecuali
yang belum bisa kita buat, seperti pesawat tempur, kapal perang, atau kendaraan
tempur canggih (Kompas, 5/10).
Belum lama ini terbetik kabar bahwa bersama Korea
Selatan, RI akan mengembangkan pesawat tempur KFX yang disebut lebih canggih
dibandingkan F-16, tetapi masih di bawah kemampuan F-35 JSF Lightning II.
Namun, seiring dengan itu, terbetik pula kabar bahwa Indonesia akan merancang kapal
selam. Tidak kurang Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sendiri yang
mengemukakan hal ini di sela-sela seminar di LIPI yang dikutip di awal kolom
ini.
Merentang rancang bangun
Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang
mengunjungi PT DI, PT Pindad, dan PT PAL tentu diyakinkan bahwa dari segi
kemampuan, tak ada yang diragukan dari putra-putra bangsa Indonesia untuk
menguasai rancang bangun alutsista. Di matra udara, setelah membuktikan diri
bisa membuat pesawat secanggih N-250 pada pertengahan dekade silam, masuk akal
kalau program seperti KFX bisa merentang kemampuan lebih lanjut. Hal sama bisa
dikatakan untuk PT Pindad, yang setelah menguasai rancang bangun kendaraan
tempur dan membedah tank ringan Scorpion, lalu dalam posisi untuk merancang
bangun pembuatan tank sekelas AMX.
Untuk matra laut, wacana bisa direntang lebih luas.
Membaca buku Kapal Selam Indonesia
(karya Indroyono Soesilo dan Budiman, 2008), pembaca tidak saja disuguhi
sejarah kapal selam dan pengoperasiannya di Indonesia , lengkap dengan komandan
dan awak yang pernah bertugas di kapal-kapal selam tersebut, tetapi juga segi
lain yang berlingkup masa depan.
Di masa ketika isu perbatasan, khususnya perbatasan di
laut, semakin sering mewarnai hubungan Indonesia dan negara tetangga, khususnya
Malaysia, salah satu alutsista yang lalu sering dirasakan urgensinya adalah
kapal selam. Bila kapal permukaan seperti korvet atau fregat melambangkan
kehadiran, tetapi mudah disimpulkan kekuatannya, kapal selam lebih bermakna
strategis karena memiliki daya penggentaran yang besar. Eksistensi yang nyata,
tapi relatif sulit dilacak, membuatnya semakin dihargai oleh banyak negara.
Setelah Singapura (4 Challenger dan 2 Archer yang merupakan kelas
Vastergotland, Swedia), Malaysia
pun kini sudah membeli dua kapal dari kelas Scorpene (buatan Perancis) (lihat
The Military Balance 2010, IISS, 2010).
Kini Indonesia
hanya mengoperasikan dua kapal selam–Cakra dan Nanggala–yang usianya hampir 30
tahun. Kapal selam tipe 209 buatan HDW Jerman ini sejak beberapa tahun terakhir
disebut-sebut akan dicarikan penggantinya.
Membuat kapal selam
Pembuatan kapal selam menjadi satu dari dua bahasan yang
muncul ketika Sekretaris KKIP Sjafrie Sjamsoeddin berkunjung ke PT PAL. Selain
kapal selam, topik lain adalah pembuatan kapal perusak kawal rudal.
Tentu dibutuhkan nasionalisme dan rasa percaya diri untuk
bisa membuat kapal selam. Selama ini di PT PAL telah dibuat kapal berbagai
jenis dan berbagai ukuran, dan membuat kapal selam dipastikan akan menuntut
dimilikinya keterampilan teknis dan pemahaman akan rekayasa yang canggih.
Keinginan menguasai teknologi pembuatan kapal selam juga
dibaca oleh pembuat kapal selam asing yang ingin menawarkan produknya ke Indonesia .
Thyssen yang kini sudah menjadi perusahaan induk HDW pun dalam menawarkan tipe
209/1400 ini juga menawarkan alih teknologi kepada Indonesia , dalam hal ini PT PAL.
Sebagaimana juga ada di PT DI untuk pesawat terbang, di
PT PAL pun kelak akan ada fasilitas pembuatan badan serta instalasi berbagai
sistem yang ada pada kapal selam, seperti propulsi dan sebagainya. Keterampilan
tersebut bisa diperoleh secara bertahap. Itu sebabnya, pada kapal selam
pertama, sebagian besar pekerjaan (perakitan badan tekan dan instalasi
outfitting tingkat tinggi) akan tetap dilakukan oleh mitra pembuat, dan PT PAL
hanya akan mengerjakan integrasi dan penyelesaian keseluruhan kapal. Namun,
untuk kapal kedua dan ketiga, bagian yang akan dikerjakan oleh teknisi Indonesia
akan lebih banyak.
Diharapkan dengan proses alih teknologi yang konsisten,
yang mengucur dari adanya program yang terjadwal rapi, pengerjaan dua kapal
selam dengan alih teknologi bisa dikerjakan dalam tempo enam tahun.
Melalui program seperti itu, RI tidak saja akan menguasai
pembuatan kapal selam, tetapi juga alutsista lain yang semakin kompleks.
Bila komitmen
mendukung pengembangan kemampuan dalam negeri ingin diwujudkan, kapal selam
jelas akan menjadi proyek lompatan kuantum yang besar artinya.
Proses Pembuatan Kapal Selam Nuklir Di Cumbria England
|
|
|
|
BAE Systems Submarine Solusi adalah anak
perusahaan yang ssepenuhnya dimiliki oleh BAE Systems, berbasis di
Barrow-in-Furness, Cumbria, dan bbertanggung jawab unntuk pengembangan dan
produksi kapal selam.Pabrik Ini mengoperasikan salah satu Kapal yang hanya ada
sedikit di dunia yang mampu membangun kapal selam nuklir, yang dahulu telah
menciptakan kapal selam Angkatan Laut Royal bbertenaga nuklir sejak komisioning
HMS Dreadnaught pada tahun 1963 . Galangan kapal Barrow-in-Furness juga telah
membangun kapal selam sejak Belanda pertama kali dengan Royal Navy pada tahun
1903.Perusahaan ini sedang membangun kapal selam kelas Astute, generasi baru
serangan kapal selam nuklir (SSN) untuk Royal Navy, yang pertama diluncurkan
pada tanggal 8 Juni 2007.



















Prinsip kapal selam
Kapal selam merupakan sebuah wahana yang unik
karena bisa mengapung dan menyelam di air sesuai kebutuhan, pembuatan kapal
selam pertama kali di gunakan untuk keperluan perang dan masih berbentuk sangat
sederhana ( turtle).
Namun pada masa sekarang selain untuk perang, kapal selam juga di gunakan sebagai wahana rekreasi dan juga penelitian bawah air (ocean research).
Ada pertanyaan
menarik dari seorang teman saya beberapa waktu lalu, yaitu bagaimana cara
sebuah kapal selam yang beratnya berton ton bisa menyelam.
Pertanyaan menarik. Kalau masalah mengapung kita pasti tahu bahwa Hukum Archimedes (+250 sebelum Masehi) adalah jawabannya “Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut”.
Dan itu berlaku pada setiap kapal konvensional. Sedangkan untuk menyelam kapal selam memakai Hukum Boyle dan Hukum Boayancy (pengapungan).
Namun pada masa sekarang selain untuk perang, kapal selam juga di gunakan sebagai wahana rekreasi dan juga penelitian bawah air (ocean research).
Pertanyaan menarik. Kalau masalah mengapung kita pasti tahu bahwa Hukum Archimedes (+250 sebelum Masehi) adalah jawabannya “Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut”.
Dan itu berlaku pada setiap kapal konvensional. Sedangkan untuk menyelam kapal selam memakai Hukum Boyle dan Hukum Boayancy (pengapungan).
![]() |
|
Kapal selam di desain memiliki tanki balast (trim), Tanki balast
berfungsi menyimpan udara dan air, letaknya berbeda beda tergantung biro
desain yang merancangnya.Untuk awalnya saya akan memberi visualisasi gambar
potongan kapal selam seperti yang terlihat di bawah ini:
|
![]()
|
![]()
|
|
Sedikit tambahan, kapal selam sekarang mulai di lengkapi dengan
berbagai macam persenjataan,
yang awalnya hanya sebuah skrup untuk melubangi kapal musuh, sekarang bisa di muati rudal jelajah maupun rudal antar benua yang berhulu ledak nuklir. Yang pada mulanya hanya cukup untuk satu orang hingga sekarang dapat memuat ratusan personel. |
|
Kapal selam lama menggunakan diesel sebagai penggerak utama
sehingga kemampuan bersembuyi di air sangat terbatas karena harus sering
muncul ke permukaan untuk pengisian kembali bahan bakar,
kini kapal selam nuklir lebih efisien karena sangat hemat dan menekan biaya operasional, karena dalam sekali charge kapal selam mampu berlayar bertahun tahun tanpa perlu mengisi bahan bakar.
Namun itu bukan berarti tidak beresiko. Kejadian
bocornya radiasi pada kapal K-19 Rusia beberapa dekade lalu,
menunjukkan kalau perlu keamanan extra untuk mengoperasikan sebuah kapal selam nuklir, selain merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi pihak Angkatan Laut bisa mengoperasikan nya. |
|
sedikit gambaran di dalam kapal selam
![]() |
Cara kerja kapal selam

Di dalam kapal selam terdapat kompresor udara yang fungsinya dapat memanpatkan udara. Ketika mengapung, sebagian besar badan kapal selam diisi udara sehingga secara keseluruhan ρ(
Kemudian jika kapal selam ingin lebih tenggelam, udara tadi dikeluarkan dan air laut disekitarnya dimasukkan sehingga ρ (
Teknologi Kapal Selam Rusia, Pertama Yang Mampu Jelajahi Kutub
Utara
Bersamaan dengan menipisnya selimut es yang
menutupi Kutub Utara lantaran pemanasan global, lomba memperebutkan kepemilikan
atas sumber energi yang tersimpan di dalamnya pun dimulai. Berharap menjadi
negara pertama yang menjejakkan kaki ke dasar laut Kutub Utara, Rusia
mengirimkan misi pertamanya pekan lalu. Dua kapal selam mini, satu kapal
ekspedisi dilengkapi kapal pemecah es bertenaga nuklir, Rossiya, dikerahkan
menuju Kutub Utara. Satu helikopter juga diterbangkan untuk mencari jalan bagi
iring-iringan kapal itu. Meski sempat dihadang gangguan teknis pada
baling-baling mesin kapal Akademik Fyodorov, misi itu jalan terus.
Begitu mencapai kepulauanFranz Josef Land ,
dua pertiga jarak dari daratan Rusia ke Kutub Utara, tes penyelaman di perairan
Arktik dilakukan. Perlu waktu satu jam bagi Mir-1 dan Mir-2, kapal selam Rusia,
untuk mencapai dasar laut di kedalaman 1.311 meter. Kapal yang masing-masing
diawaki seorang pilot itu menyelam pada 87 kilometer sebelah utara Franz Josef
Land, kepulauan Rusia paling utara di Laut Barents.
Mir-1 muncul ke permukaan setelah lima jam di dalam air, sedangkan Mir-2 menyelam lebih lama di dasar laut untuk mengumpulkan sampel yang akan diteliti. "Ini pertama kalinya sebuah kapal selam bekerja di bawah lapisan es dan terbukti mereka bisa melakukannya," kata Anatoly Sagalevich, pilot Mir-1. Pemimpin misi, Artur Chelingarov, menyatakan uji coba penyelaman itu sebenarnya tidak direncanakan. "Tapi kami memutuskan mengecek ulang semua hal," kata anggota parlemen itu.
Penyelaman ini memang berisiko tinggi karena belum pernah ada kapal selam yang bekerja di bawah es. Kapal selam Soviet dan Amerika Serikat memang pernah mengarungi perairan di bawah lapisan es kutub, tapi tak ada yang pernah mencapai dasarnya, yang diperkirakan dalamnya lebih dari 4.000 meter. Stasiun televisi Vesti-24, yang mengikuti misi itu, memperlihatkan gambar kapal selam itu menyelam ke dalam lapisan air dan es yang tebal. Koresponden televisi itu menyatakan proses kembali ke kapal terbukti lebih sulit daripada mencapai dasar laut. "Saya mendengar beberapa orang di atas kapal Akademik Fyodorov berdoa selama operasi berlangsung," katanya. "Jika gagal kembali ke titik penyelaman, mereka bisa terperangkap di bawah lapisan es tebal."
Setelah uji coba, ekspedisi itu kembali menuju Kutub Utara, beberapa ratus mil arah utara. Chelingarov menyatakan tantangan berat dan berisiko tinggi menanti mereka di dasar laut samudra paling berat di dunia itu. Setiba di kutub, dua kapal selam mini itu harus menyelam empat kali lebih dalam. Kamis lalu, penjelajah terkenal Rusia, Chelingarov, dan anggota parlemen lainnya, Vladimir Gruzdev, berhasil menyelam ke dasar laut sedalam 4.200 meter menggunakan Mir. Disana mereka
mencemplungkan kapsul dari logam titanium yang berisi bendera Rusia.
Bendera itu merupakan simbol bahwa daerah itu adalah teritori Negara Beruang Merah itu. Rusia yakin dasar laut Arktik itu adalah hak mereka karena wilayah tersebut merupakan perluasan dari daratan mereka. Menurut hukum internasional, ada lima negara yang memiliki teritori di Lingkaran Arktik, yaitu Rusia, Amerika Serikat, Kanada, Norwegia, dan Denmark, lewat kepemilikan Denmark atas Greenland. Mereka hanya bisa mengklaim wilayah dalam zona 320 kilometer dari garis pantainya untuk kegiatan ekonomi.
Namun, sejak 2001, Rusia mengklaim wilayah yang lebih luas sampai ke Kutub Utara. Alasannya, dasar laut Arktik danSiberia
berada dalam landas kontinen yang sama. Ekspedisi kapal riset Akademik
Fyodorov, yang berisi 100 ilmuwan, ini dikerahkan untuk mendukung klaim itu.
Tugas utamanya adalah membuktikan bahwa Lomonosov Ridge, punggung pegunungan
dasar laut di bawah Samudra Arktik, adalah sambungan dari landas kontinen Siberia . Bukti ini akan mengesahkan kepemilikan Rusia
berdasarkan Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dasar laut yang semula diselimuti es abadi ini mendadak jadi ajang perebutanlima negara di sekitarnya.
Persaingan untuk menguasai Kutub Utara ini terkait dengan dugaan bahwa wilayah
itu mengandung minyak, gas, dan mineral berlimpah. Perairan itu juga kaya
dengan ikan dan jalur pelayaran penting yang amat strategis. Tak mau kalah
dengan Rusia , Denmark
berharap bisa membuktikan bahwa Lomonosov Ridge adalah perluasan Greenland , bukan Rusia. Sedangkan Kanada menganggarkan
US$ 7 miliar untuk membangun dan mengoperasikan 8 kapal patroli di Arktik untuk
menegakkan kedaulatannya atas wilayah itu.
Kongres Amerika Serikat juga tengah menimbang anggaran sebesar US$ 8,7 miliar untuk menjaga pantai Amerika. Anggaran baru itu termasuk US$ 100 juta untuk mengoperasikan dan memelihara tiga kapal pemecah es kutub yang dimilikinya, serta pembuatan dua kapal baru.
Bagi Rob Huebert,Associate
Director Center
for Military and Strategic Studies di Calgary, Kanada, semua kehebohan ini agak
menggelikan karena sebenarnya tak ada yang tahu pasti berapa banyak minyak dan
gas yang tersimpan di perut Kutub Utara. "Tapi konon 18 persen cadangan
minyak dunia berada di sana ,"
ujarnya. "Itu sama dengan cadangan minyak Arab Saudi."
Namun, jika tuntutan ini terbukti dan diakui oleh dunia internasional, Rusia akan memperoleh tambahan wilayah seluas 1.191.394 kilometer persegi, yang mungkin saja mengandung 10 miliar ton minyak dan gas. Bila minyak itu tak ada, toh mereka masih bisa menguasai jalur pelayaran yang bisa mempersingkat jarak antara Eropa dan Asia sampai 3.704 kilometer dibanding rute melalui TerusanPanama .
Begitu mencapai kepulauan
Mir-1 muncul ke permukaan setelah lima jam di dalam air, sedangkan Mir-2 menyelam lebih lama di dasar laut untuk mengumpulkan sampel yang akan diteliti. "Ini pertama kalinya sebuah kapal selam bekerja di bawah lapisan es dan terbukti mereka bisa melakukannya," kata Anatoly Sagalevich, pilot Mir-1. Pemimpin misi, Artur Chelingarov, menyatakan uji coba penyelaman itu sebenarnya tidak direncanakan. "Tapi kami memutuskan mengecek ulang semua hal," kata anggota parlemen itu.
Penyelaman ini memang berisiko tinggi karena belum pernah ada kapal selam yang bekerja di bawah es. Kapal selam Soviet dan Amerika Serikat memang pernah mengarungi perairan di bawah lapisan es kutub, tapi tak ada yang pernah mencapai dasarnya, yang diperkirakan dalamnya lebih dari 4.000 meter. Stasiun televisi Vesti-24, yang mengikuti misi itu, memperlihatkan gambar kapal selam itu menyelam ke dalam lapisan air dan es yang tebal. Koresponden televisi itu menyatakan proses kembali ke kapal terbukti lebih sulit daripada mencapai dasar laut. "Saya mendengar beberapa orang di atas kapal Akademik Fyodorov berdoa selama operasi berlangsung," katanya. "Jika gagal kembali ke titik penyelaman, mereka bisa terperangkap di bawah lapisan es tebal."
Setelah uji coba, ekspedisi itu kembali menuju Kutub Utara, beberapa ratus mil arah utara. Chelingarov menyatakan tantangan berat dan berisiko tinggi menanti mereka di dasar laut samudra paling berat di dunia itu. Setiba di kutub, dua kapal selam mini itu harus menyelam empat kali lebih dalam. Kamis lalu, penjelajah terkenal Rusia, Chelingarov, dan anggota parlemen lainnya, Vladimir Gruzdev, berhasil menyelam ke dasar laut sedalam 4.200 meter menggunakan Mir. Di
Bendera itu merupakan simbol bahwa daerah itu adalah teritori Negara Beruang Merah itu. Rusia yakin dasar laut Arktik itu adalah hak mereka karena wilayah tersebut merupakan perluasan dari daratan mereka. Menurut hukum internasional, ada lima negara yang memiliki teritori di Lingkaran Arktik, yaitu Rusia, Amerika Serikat, Kanada, Norwegia, dan Denmark, lewat kepemilikan Denmark atas Greenland. Mereka hanya bisa mengklaim wilayah dalam zona 320 kilometer dari garis pantainya untuk kegiatan ekonomi.
Namun, sejak 2001, Rusia mengklaim wilayah yang lebih luas sampai ke Kutub Utara. Alasannya, dasar laut Arktik dan
Dasar laut yang semula diselimuti es abadi ini mendadak jadi ajang perebutan
Kongres Amerika Serikat juga tengah menimbang anggaran sebesar US$ 8,7 miliar untuk menjaga pantai Amerika. Anggaran baru itu termasuk US$ 100 juta untuk mengoperasikan dan memelihara tiga kapal pemecah es kutub yang dimilikinya, serta pembuatan dua kapal baru.
Bagi Rob Huebert,
Namun, jika tuntutan ini terbukti dan diakui oleh dunia internasional, Rusia akan memperoleh tambahan wilayah seluas 1.191.394 kilometer persegi, yang mungkin saja mengandung 10 miliar ton minyak dan gas. Bila minyak itu tak ada, toh mereka masih bisa menguasai jalur pelayaran yang bisa mempersingkat jarak antara Eropa dan Asia sampai 3.704 kilometer dibanding rute melalui Terusan
PENTAGON (- Markas militer Amerika Serikat, Pentagon membuat
serangkaian peralatan militer baru.
Tak
hanya robot burung mata-mata, Pentagon berambisi menerbangkan kapal selam.
Lembaga
Riset Militer AS atau Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), sejauh
ini telah menciptakan pesawat yang mampu terbang rendah di atas permukaan air.
Tinggal selangkah lagi, sampai kendaraan itu bisa menghilang ke
dalam air untuk menghindari deteksi musuh.
Kendaraan
itu ditargetkan bisa timbul diam-diam dari dalam laut dengan bentuk kapal
selam, sebelum menyerang target dan melesat.
Seperti
diberitakan New Scientist, proyek ini telah dikembangkan tahun 2008 dan saat
ini mencapai tahap pencarian desain dari pihak luar.
Untuk mewujudkan kendaraan canggih ini, beberapa prinsip
hidrodinamik dan aerodinamis khusus harus dipenuhi.
Tantangan yang dihadapi, kendaraan itu harus seringan mungkin
seperti pesawat, tapi harus kuat menahan tekanan air seperti kapal selam.
Salah satu metode solutif yang dipertimbangkan adalah mendesain
kapal selam yang lebih ringan berbentuk seperti pesawat yang bisa terbang
terbalik, menggunakan daya angkat yang dihasilkan sayap, agar bisa naik ke
permukaan air.
Kemudian,
setelah di permukaan, sudut sayap itu akan berubah agar menghasilkan daya
angkat yang memungkinkan pesawat ini terbang.
Desainer
kapal selam, Graham Hawkes, berpendapat bahwa komposit serat karbon ringan
modern dapat digunakan untuk membangun sebuah kapal yang cukup kuat sekaligus
cukup ringan untuk bergerak di dua dunia; di udara dan di bawah laut.
Hawkes
mengungkap, dia sudah merancang dan membangun sebuah kapal selam yang disebut
“Super Falcon,” yang dilengkapi sayap pendek untuk turun sampai kedalalaman 300
meter. Jika dipasangi mesin jet dan sayap yang lebih besar, kendaraan itu bisa
terbang dengan kecepatan 560 mil per jam.
“Bayangkan
cara kerjanya seperti terbang di atas air. Ini sangat mungkin, hanya perlu
tambahan kerja keras,” tambah dia.
Hawkes menyarankan desain pesawat itu meniru cara kerja burung. “Hidung
kendaraan itu menghadap bawah, menampar air dan menyelam ke dalam air. Ini akan
spektakuler.
Kapal Selam Mini
Kolonel (Pur) Ir Dradjat Budiyanto MBA, Perancang Kapal
Selam Kate
Si Mini, untuk Perang Bisa, untuk Wisata Oke
Indonesia pernah punya satuan kapal selam yang jaya. Namun, selama itu kapal tersebut selalu dibeli dari luar negeri. Agar tak terus-menerus membeli, Dradjat Budiyanto, pensiunan kolonel, merancang kapal selam kate. Lebih murah dan andal.
DIMAS G. & GUNAWAN S.
ANGKATAN Laut Republik Indonesia (ALRI), yang kini bernama TNI-AL, pernah punya 12 Whiskey. Bukan minuman keras, Whiskey adalah salah satu tipe kapal selam buatan Uni Soviet.







Dua kapal selam yang pertama datang dari negara komunis yang kini sudah bubar itu adalah KRI Tjakra dan KRI Nanggala. Dua nama tersebut memang menggambarkan kedigdayaan. Cakra adalah senjata sakti milik Prabu Kresna, raja Dwarawati. Nanggala adalah senjata tanpa tanding milik Prabu Baladewa, Raja Mandura, kakak Kresna.
KRI Tjakra dan KRI Nanggala dibawa langsung oleh prajurit TNI-AL pada 12 September 1959 setelah belajar di Oksiwi, Polandia. Hari itulah yang lantas diperingati sebagai hari kelahiran Korps Hiu Kencana atau satuan kapal selam.
Seiring berkembangnya teknologi, kapal selam jenis Whiskey mulai pensiun. Terakhir, KRI Pasopati-410 (namanya diambil dari anak panah milik Arjuna yang menewaskan raksasa jahat Niwatakaca) mengakhiri masa tugas. KRI Pasopati lantas jadi monumen kapal selam di tepi Kalimas, sampingSurabaya Plaza .
Saat armada kapal selam masih begitu aktif,Indonesia mengirimkan
prajurit-prajurit terbaiknya untuk mengikuti pelatihan di luar negeri.
Misalnya, di Jerman Barat dan Pakistan .
''Saya merasakan keduanya. Ya di Jerman, ya di Pakistan,'' kenang Dradjat
Budiyanto.
Kakek tujuh cucu itu benar-benar dididik untuk menjadi prajurit dengan spesialisasi alutsista (alat utama sistem persenjataan) baru, yakni kapal selam. Memang, sejak berkarir di matra laut itu, Dradjat selalu berada di kesatuan kapal selam.
Dia belajar diPakistan
pada 1996. Kala itu, KSAL Laksamana Arief Kushariadi menginginkan alutsista
matra laut yang terjangkau. Sebab, alokasi dana bagi TNI-AL begitu minim.
Penugasan ke Pakistan
tersebut juga merupakan ''penolakan'' secara halus terhadap rencana pembelian
kapal selam baru tipe Scorpene dari Prancis. Kapal itu dibanderol USD 600 juta
tanpa torpedo. Versi lengkapnya seharga USD 700 juta (sekitar Rp 7 triliun).
''Terlalu mahal untuk TNI-AL saat itu,'' ujar Dradjat.
Dia belajar bersama enam prajurit lainnya kePakistan karena negara itu sedang
membangun dua kapal selam mini di Pakistan Naval Dockyard. Di kalangan mereka,
kapal selam itu disebut midget. Itu adalah istilah untuk sesuatu yang mini
alias kuntet atau kate. Nah, kapal selam kuntet itu hanya menghabiskan anggaran
USD 13 juta. Jauh lebih murah daripada Scorpene made-in Prancis tersebut.
''Ditambah pengetahuan dari Jerman, saya bisa menciptakan sendiri desain midget saat kembali di Indonesia,'' jelas suami Sri Hartini tersebut.
Dradjat yang rambutnya telah memutih itu membuktikan omongannya. Dia membuka sebuah map merah berukuran 30 x 35 sentimeter. Isinya adalah konsep midget, kapal selam kate, yang dia ciptakan selama enam tahun sejak 1997. Kapal rancangan Dradjat berbadan luar baja. Panjangnya 24 meter dan hanya berisi 11 orang.
Awaknya adalah empat komando atau frogman serta tujuh pelaut. Karena berukuran kuntet, ia hanya mampu membawa empat torpedo. ''Tidak bisa dikecilkan lagi ukurannya. Lha wong torpedonya saja delapan meter,'' tegas pria kelahiran Madiun, 28 Januari 1943, tersebut.
Secara detail, Dradjat menjelaskan detail si kuntet tersebut. Katanya, kapal selam itu adalah substitusi kapal selam. Rancangan kapal selam yang dinamai Indonesia Midget Experimental 1 Baby Submarine tersebut bisa melakukan apa pun seperti kapal selam umum. Bahkan, ukurannya yang kecil membuat kapal selam itu susah dideteksi musuh. ''Ibarat suara truk dan sedan. Mana yang lebih mudah didengar dari kejauhan? Truk,kan ?
Soalnya, lebih bising,'' ungkapnya.
Pensiunan kolonel itu tak sekadar merancang dalam gambar. Dradjat juga berbicara khusus dengan penyedia pompa merek Lensen dan pompa pendingin Stork. Mereka diminta membuatkan pompa khusus bagi kapal rancangannya. Dari berbagai harga yang telah disurvei, kapal selam rancangan Dradjat tak bakal menghabiskan lebih dari USD 10 juta.
''Kita bisa membuat kapal selam yang lebih banyak, daripada membeli,'' ujarnya.
Dalam pemikirannya, kapal selam dalam jumlah banyak -walaupun mini- tetap ngefek untuk menjaga keamanan. ''Ibaratnya, kampung yang punya hansip banyak. Lebih aman daripada hanya punya satu hansip yang jago kungfu sekalipun,'' ujar pria yang menguasai bahasa Inggris, Jerman, Rusia, dan Jepang tersebut.
Agar desain itu tidak terkesan asal-asalan dan bisa diaplikasikan, dia mulai melakukan uji coba. Dradjat benar-benar tersenyum puas ketika sejumlah pihak menyatakan bahwa karyanya benar-benar aplikatif.
Misalnya, pengakuan dari Laboratorium Hidrodinamika Indonesia (LHI) BPPH/BPPT, National Ship Design Centre (NASDEC) Departemen Perindustrian, dan komponen teknikal angkatan laut -mulai Fakultas Kelautan Hang Tuah hingga Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL).
Howaldtswerke Deutsche Werft AG (HDW), pembuat kapal selam asal Jerman, juga mengakui ketepatan rancang bangun milik Dradjat. ''Bukan asal-asalan, mereka semua menyetujui tanpa ada intervensi apa pun,'' tegas ayah tiga anak tersebut sambil menunjukkan bukti dari HDW.
Sejak konsep itu selesai pada 2003, Dradjat mulai mempromosikan rancangannya ke berbagai pemerintah. Mantan KSAL Laksamana Arif Kushariadi dan Laksamana M. Arifin sebagai pencetus ide terus mendorong dirinya untuk mewujudkan kapal yang digadang-gadang lebih lincah karena ukurannya yang kecil itu. ''Kemarin (12/10), KSAL Tedjo Edhy Purdijanto menemui saya dan meminta proyek tersebut terus dikembangkan,'' imbuhnya.
Dradjat kembali membuka map merahnya. Kali ini, dia ingin menunjukkan semuasurat yang selalu disimpan
secara rapi. Di situ ada tulisan konsep midget, filosofi pembangunan, deskripsi
teknis SUVT (special underwater vehicle for touring) yang dikirimkan ke Menteri
Pertahanan Yuwono Sudarsono, Menristek Kusmayanto Kadiman, Menteri
Perindustrian Fahmi Idris, Asrenum Panglima TNI Marsekal Muda Rio Mendung
Thaleb, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Sejauh ini, instansi-instansi tersebut hanya membalas kiriman Dradjat dengan surat-surat pendek. Intinya, Dradjat harus menguji coba lagi midget rancangannya. Tak ada yang memberi kesempatan pembuatan satu kapal selam pun. Meski, Dradjat sudah menggaransi bahwa biayanya pasti tak lebih dari USD 10 juta (sekitar Rp 100 miliar). ''Padahal, kalau apa-apa beli, kita ora pinter-pinter. Mencoba dan gagal lebih baik daripada diam saja,'' ungkap pria yang pensiun pada 1999 itu.
Si Mini, untuk Perang Bisa, untuk Wisata Oke
Indonesia pernah punya satuan kapal selam yang jaya. Namun, selama itu kapal tersebut selalu dibeli dari luar negeri. Agar tak terus-menerus membeli, Dradjat Budiyanto, pensiunan kolonel, merancang kapal selam kate. Lebih murah dan andal.
DIMAS G. & GUNAWAN S.
ANGKATAN Laut Republik Indonesia (ALRI), yang kini bernama TNI-AL, pernah punya 12 Whiskey. Bukan minuman keras, Whiskey adalah salah satu tipe kapal selam buatan Uni Soviet.







Dua kapal selam yang pertama datang dari negara komunis yang kini sudah bubar itu adalah KRI Tjakra dan KRI Nanggala. Dua nama tersebut memang menggambarkan kedigdayaan. Cakra adalah senjata sakti milik Prabu Kresna, raja Dwarawati. Nanggala adalah senjata tanpa tanding milik Prabu Baladewa, Raja Mandura, kakak Kresna.
KRI Tjakra dan KRI Nanggala dibawa langsung oleh prajurit TNI-AL pada 12 September 1959 setelah belajar di Oksiwi, Polandia. Hari itulah yang lantas diperingati sebagai hari kelahiran Korps Hiu Kencana atau satuan kapal selam.
Seiring berkembangnya teknologi, kapal selam jenis Whiskey mulai pensiun. Terakhir, KRI Pasopati-410 (namanya diambil dari anak panah milik Arjuna yang menewaskan raksasa jahat Niwatakaca) mengakhiri masa tugas. KRI Pasopati lantas jadi monumen kapal selam di tepi Kalimas, samping
Saat armada kapal selam masih begitu aktif,
Kakek tujuh cucu itu benar-benar dididik untuk menjadi prajurit dengan spesialisasi alutsista (alat utama sistem persenjataan) baru, yakni kapal selam. Memang, sejak berkarir di matra laut itu, Dradjat selalu berada di kesatuan kapal selam.
Dia belajar di
Dia belajar bersama enam prajurit lainnya ke
''Ditambah pengetahuan dari Jerman, saya bisa menciptakan sendiri desain midget saat kembali di Indonesia,'' jelas suami Sri Hartini tersebut.
Dradjat yang rambutnya telah memutih itu membuktikan omongannya. Dia membuka sebuah map merah berukuran 30 x 35 sentimeter. Isinya adalah konsep midget, kapal selam kate, yang dia ciptakan selama enam tahun sejak 1997. Kapal rancangan Dradjat berbadan luar baja. Panjangnya 24 meter dan hanya berisi 11 orang.
Awaknya adalah empat komando atau frogman serta tujuh pelaut. Karena berukuran kuntet, ia hanya mampu membawa empat torpedo. ''Tidak bisa dikecilkan lagi ukurannya. Lha wong torpedonya saja delapan meter,'' tegas pria kelahiran Madiun, 28 Januari 1943, tersebut.
Secara detail, Dradjat menjelaskan detail si kuntet tersebut. Katanya, kapal selam itu adalah substitusi kapal selam. Rancangan kapal selam yang dinamai Indonesia Midget Experimental 1 Baby Submarine tersebut bisa melakukan apa pun seperti kapal selam umum. Bahkan, ukurannya yang kecil membuat kapal selam itu susah dideteksi musuh. ''Ibarat suara truk dan sedan. Mana yang lebih mudah didengar dari kejauhan? Truk,
Pensiunan kolonel itu tak sekadar merancang dalam gambar. Dradjat juga berbicara khusus dengan penyedia pompa merek Lensen dan pompa pendingin Stork. Mereka diminta membuatkan pompa khusus bagi kapal rancangannya. Dari berbagai harga yang telah disurvei, kapal selam rancangan Dradjat tak bakal menghabiskan lebih dari USD 10 juta.
''Kita bisa membuat kapal selam yang lebih banyak, daripada membeli,'' ujarnya.
Dalam pemikirannya, kapal selam dalam jumlah banyak -walaupun mini- tetap ngefek untuk menjaga keamanan. ''Ibaratnya, kampung yang punya hansip banyak. Lebih aman daripada hanya punya satu hansip yang jago kungfu sekalipun,'' ujar pria yang menguasai bahasa Inggris, Jerman, Rusia, dan Jepang tersebut.
Agar desain itu tidak terkesan asal-asalan dan bisa diaplikasikan, dia mulai melakukan uji coba. Dradjat benar-benar tersenyum puas ketika sejumlah pihak menyatakan bahwa karyanya benar-benar aplikatif.
Misalnya, pengakuan dari Laboratorium Hidrodinamika Indonesia (LHI) BPPH/BPPT, National Ship Design Centre (NASDEC) Departemen Perindustrian, dan komponen teknikal angkatan laut -mulai Fakultas Kelautan Hang Tuah hingga Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL).
Howaldtswerke Deutsche Werft AG (HDW), pembuat kapal selam asal Jerman, juga mengakui ketepatan rancang bangun milik Dradjat. ''Bukan asal-asalan, mereka semua menyetujui tanpa ada intervensi apa pun,'' tegas ayah tiga anak tersebut sambil menunjukkan bukti dari HDW.
Sejak konsep itu selesai pada 2003, Dradjat mulai mempromosikan rancangannya ke berbagai pemerintah. Mantan KSAL Laksamana Arif Kushariadi dan Laksamana M. Arifin sebagai pencetus ide terus mendorong dirinya untuk mewujudkan kapal yang digadang-gadang lebih lincah karena ukurannya yang kecil itu. ''Kemarin (12/10), KSAL Tedjo Edhy Purdijanto menemui saya dan meminta proyek tersebut terus dikembangkan,'' imbuhnya.
Dradjat kembali membuka map merahnya. Kali ini, dia ingin menunjukkan semua
Sejauh ini, instansi-instansi tersebut hanya membalas kiriman Dradjat dengan surat-surat pendek. Intinya, Dradjat harus menguji coba lagi midget rancangannya. Tak ada yang memberi kesempatan pembuatan satu kapal selam pun. Meski, Dradjat sudah menggaransi bahwa biayanya pasti tak lebih dari USD 10 juta (sekitar Rp 100 miliar). ''Padahal, kalau apa-apa beli, kita ora pinter-pinter. Mencoba dan gagal lebih baik daripada diam saja,'' ungkap pria yang pensiun pada 1999 itu.
Pada usianya ke-66, Dradjat merasa ''iri'' pada Letnan
Angkatan Darat Israel Uziel Gal yang menemukan senjata Uzi. Dradjat juga
melihat Michael Henrik Schmelter dari Jerman yang menemukan kapal selam mini
2Dive. Ide mereka mendapat apresiasi tinggi dari negara masing-masing. ''Jerman
berani mewujudkan karya Michael yang seorang pemuda. Saya yang 32 tahun
berkutat dengan kapal selam tidak digunakan sama sekali,'' ujarnya.
Bagaimanapun, old soldier never die (prajurit tak akan pernah mati). Dradjat tetap tak patah arang. Dia yakin kelak temuannya dipertimbangkan oleh pemerintah. Pria yang mahir bermain gitar itu akan menahan diri selama mungkin untuk tak melepas karyanya ke luar negeri. Meski, kata dia, sejumlah tawaran mancanegara telah mampir ke rumahnya di Jalan Teluk Tomini. ''Saya anak bangsa. Akan setia sampai akhir kepadaIndonesia ,''
tegasnya.
Tapi, tetap saja Dradjat berkata lirih. ''Sampai kapan kita menunggu dan mencoba sendiri,'' katanya. Bahkan, dia mengungkapkan bahwa saat ini tak banyak orang di pemerintahan yang punya jiwa pejuang tinggi. Kalah oleh Saridjah Niung Bintang Soedibjo alias Ibu Soed. Dia adalah seorang wanita yang mampu membangkitkan anak bangsa melalui lagu ciptaannya.
Perlahan, Dradjat menyenandungkan lagu ciptaan Ibu Soed yang begitu heroik. Nenek moyangku, seorang pelaut. Gemar mengarung luas samudera. Menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa.
Bagaimanapun, old soldier never die (prajurit tak akan pernah mati). Dradjat tetap tak patah arang. Dia yakin kelak temuannya dipertimbangkan oleh pemerintah. Pria yang mahir bermain gitar itu akan menahan diri selama mungkin untuk tak melepas karyanya ke luar negeri. Meski, kata dia, sejumlah tawaran mancanegara telah mampir ke rumahnya di Jalan Teluk Tomini. ''Saya anak bangsa. Akan setia sampai akhir kepada
Tapi, tetap saja Dradjat berkata lirih. ''Sampai kapan kita menunggu dan mencoba sendiri,'' katanya. Bahkan, dia mengungkapkan bahwa saat ini tak banyak orang di pemerintahan yang punya jiwa pejuang tinggi. Kalah oleh Saridjah Niung Bintang Soedibjo alias Ibu Soed. Dia adalah seorang wanita yang mampu membangkitkan anak bangsa melalui lagu ciptaannya.
Perlahan, Dradjat menyenandungkan lagu ciptaan Ibu Soed yang begitu heroik. Nenek moyangku, seorang pelaut. Gemar mengarung luas samudera. Menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa.
Torpedo Kapal Selam
Torpedo
dapat menghancurkan kapal sasarannya hingga berkeping-keping. Itulah salah satu
alasan torpedo menjadi senjata serang utama yang disandang kapal selam tipe
Whiskey class. KRI Pasopati yang termasuk dalam kapal selam tipe Whiskey
class tentunya juga memiliki torpedo sebagai senjata utamanya. Pada kesempatan
ini, Ruci akan menggambarkan kehebatan torpedo yang dimiliki kapal selam tipe
Whiskey class yang berasal dari Rusia ini.
Mengenal Torpedo
Torpedo
merupakan senjata kapal selam yang khas. Berbentuk tabung memanjang sekitar 4
meter, memiliki berat sekitar 2 ton dengan kaliber sebesar 21, 5 inch (53 cm)
dan mampu meluncur dengan kecepatan sekitar 40 knot/jam atau sekitar 60
knot/jam! Tanpa muatan bahan peledak saja, kapal atas air yang ditabrak oleh
torpedo ini dapat dipastikan akan bocor lambungnya dan akan tenggelam, apalagi
dengan muatan peledaknya yang memiliki berat sekitar 400 kg high explosive, kapal lawan
akan patah menjadi dua dan hancur berkeping-keping! Wah, bisa bayangin kan hebatnya torpedo
yang dimiliki kapal selam tipe Whiskey class?!

Baling-Baling Ganda
Badan
torpedo biasanya terbagi menjadi sekurang-kurangnya tiga bagian pokok. Berikut
beberapa ruangan yang ada pada torpedo tipe Whiskey class, yaitu:
1. Kepala perang (gefechtkopf). Berada
di bagian terdepan yang berisi bahan peledak seberat 400 kg.
2. Kepala pemikir. Berisi giro, baik vertikal
giro yang digunakan untuk mengendalikan torpedo agar saat meluncur tidak
berguling-guling, dan juga giro horisontal yang berfungsi untuk menentukan arah
luncuran torpedo. Pada bagian ini juga terdapat membran yang digunakan untuk
menentukan kedalam luncur torpedo, penggalak (zundung, fuze) untuk
meledakkan kepala perang.
3. Ruang mesin. Berisi turbin (pada steam gas
torpedo) atau motor listrik (pada torpedo listrik) yang akan memutar
baling-baling ganda yang berputar berlawanan arah dan akan mendorong torpedo
melaju dengan kecepatan yang lebih cepat dari kapal manapun!
4. Ruang muatan. Berisi botol UTT (Udara Tekanan
Tinggi) dan kerosene yang akan dicampur dalam ruang bakar
guna menimbulkan uap yang akan dipakai untuk menggerakkan turbin. Pada torpedo
listrik, tempat ini dipenuhi batere Perak Nitrat yang akan memberikan tenaga
yang luar biasa besarnya dalam waktu yang singkat.
5. Sirip tegak, yang berfungsi mengendalikan arah
luncuran dan sirip horisontal yang akan menjaga agar torpedo meluncur
dengan stabil, tidak berguling dan mempertahankan kedalaman yang telah
diprogramkan. Kemudian, baling-baling ganda yang berputar berlawanan arah.
Putaran dibuat berlawanan arah guna menghindarkan efek momen yang akan timbul
jika putaran hanya ke satu arah saja.
Bilik Hitung TAS L2
Bilik Hitung TAS L2
Ternyata
pada kenyataannya, penembakan torpedo tidak sesederhana yang kita bayangkan. Hal
ini disebabkan baik kapal selam yang akan menembak dan kapal sasaran yang akan
ditembak sama-sama bergerak, sehingga diperlukan kejelian saat akan memasukkan
data yang diperlukan pada bilik hitung TAS L2. Pada permukaan bilik hitung TAS
L2 terdapat jentera-jentera kecil untuk mengontrol nilai dari data-data yang
dimasukkan, ada gambaran-gambaran pada indikator yang penuh dengan angka yang
terletak dalam susunan melingkar. Data-data yang diperlukan antara lain:
1. Kedalaman peluncuran. Semakin besar kapal sasaran,
biasanya kedalaman peluncuran juga diset semakin dalam.
2. Kecepatan luncur torpedo. Bila sasaran berada
pada jarak dekat, maka kecepatan akan diset pada kedudukan paling cepat. Bila
sasaran jauh, maka kecepatan akan diset pada kecepatan yang optimal sesuai
hasil perhitungan.
3. Arah yang harus ditempuh. Diberikan baringan
yang harus diikuti oleh torpedo dalam menuju ke titik temu dengan kapal yang
akan dijadikan sasaran.
4. Pistol peledak. Dapat berupa pistol kontak
dimana torpedo akan meledak saat bertumburan dengan lambung kapal sasaran atau
berupa pistol magnetik dimana torpedo akan memicu meledakkan hulu ledak pada
saat medan
magnit berubah dari maksimal menjadi menurun menuju ke nol, yaitu tepat saat
torpedo lewat dibawah lunas kapal sasaran.
Saatnya Meluncurkan Torpedo
Torpedo
diluncurkan menggunakan peralatan yang disebut peluncur torpedo. Peluncur ini
berada di haluan kapal, dimana biasanya ditempatkan torpedo non kendali (straight
run), steam gas yang akan meluncur lurus langsung menuju sasaran. Sedangkan
peluncur pada buritan kapal biasanya ditempatkan torpedo kendali elektrik,
SA-ET 70 yang berkepala pelacak (homing head) akustik.
Beda
torpedo kendali dari torpedo straight
run/non kendali adalah torpedo masih dapat dikendalikan meski torpedo
telah lepas dari peluncurnya. Pengendaliannya bermacam-macam, ada yang
menggunakan dawai (draht gelenkter torpedo, wire guided torpedo),
seperti torpedo SUT atau Seeschlange Jerman dan Mk 48 Mod 3 Amerika. Selain
masih bisa dikendalikan setelah lepas dari peluncur, kita juga dapat mengganti
sasaran yang dianggap lebih potensial atau lebih membahayakan bagi kapal selam
sendiri. Ada
juga pengendalian akustik, dengan melengkapi torpedo dengan kepala pelacak
akustik seperti pada torpedo SA-ET 40. Dengan pelacak akustik ini, torpedo akan
melacak sendiri kapal lawan yang harus ditenggelamkannya dengan hanya
“mendengarkan” suara baling-baling saja! Wow!!

Ruang Torpedo Haluan
Torpedo
kendali elektrik pada buritan kapal digunakan pada saat melakukan pengunduran
diri (manuvra withdrawal) dari kejaran kapal pengawal musuhnya dengan
melakukan penembakan tanpa harus berlama-lama mengintai dan menghitung gerakan
lawan. Serangan semacam ini tentu tidak akan terduga oleh kapal musuh yang
sedang antusias untuk mengejar, terlebih lagi dengan pendorong listriknya,
torpedo ini sama sekali tidak meninggalkan bekas yang dapat teramati di air!
Tiba-tiba saja mereka akan terlampar dari anjungannya, karena kapalnya telah
meledak berkeping-keping!
Sangat
menakjubkan jika kita mengetahui kehebatan torpedo yang dimiliki kapal selam
tipe Whiskey class yang kita miliki ini!
“Tak
Kenal Maka Tak Sayang”..peribahasa ini sangat cocok bagi keadaan sekarang,
dimana generasi muda tidak banyak yang mengetahui sistem pertahanan keamanan di
Indonesia ,
karena mereka tidak tahu atau mungkin bahkan tidak mau tahu? Untuk itu Ruci
mengajak teman-teman untuk mulai mengenal, mempelajari, mencintai dan menjaga
laut kita tercinta..





Tidak ada komentar:
Posting Komentar