Dear Pengunjung, Selamat Datang di Blog Aldio Deon Ariesta. Terima kasih telah berkunjung, silahkan nikmati beragam hasil foto iseng dari saya dan jangan lupa tinggalkan komentar atau apa saja yang positif. Salam pemilik blog.

Halaman

Minggu, 20 November 2011

Kapal Selam



Banyak ahli dan cendekiawan pada abad ke-16 sudah mulai mencari bentuk dan sistem untuk membuat kendaraan bawah air ini. Ilhamnya dimulai dari perahu atau kapal biasa. Kaitannya jelas, kapal atau perahu meluncur di atas air. Beberapa bagiannya berada di dalam air.
Lalu timbul pemikiran: "Bagaimana kalau semua bagian kapal dapat berada di dalam air, tapi tetap dapat meluncur dan dikendarai seperti kapal biasa ?!"



Lalu pemikiran dengan bantuan ilmu pengetahuan untuk membuat kapal selam muncul pada tahun 1578. William Bourne, seorang ahli matematika, merancang sebuah kapal dilapisi oleh kulit yang kedap air. Kapal ini dimaksudkan dapat didayung di dalam air, karena waktu itu belum dikenal adanya mesin.

Tapi kapal ini gagal diwujudkan. Gagasan serupa diteruskan oleh orang Jerman pada tahun 1620. Pembuatnya bernama Cornelis Drebbel, membuat kapal yang berhasil menyelam sedalam 360 sampai 450 centimeter, didayung oleh 12 orang.
Kapal selam sederhana tanpa dayung serta peralatan yang lebih maju dimulai oleh seorang anak sekolahan d Yale (Amerika Serikat), David Bushnell. Kapal selam ciptaannya berbentuk seperti telur, terbuat dari kayu.



Perlengkapan utamanya adalah pipa pernapasan ke atas permukaan air, baling-baling yang diputar dengan tenaga tangan, tangki yang mengelola daya apung dan tenggelam kapal selam ini (bila ingin menyelam, beberapa tangki diisi air lewat katup yang dapat diatur dengan kaki dan bila timbul ke atas air, air ini dipompa keluar dengan tangan), kompas dan sebuah pemberat agar kedudukan kapal tetap. Karena kapal ini kemudian dipergunakan untuk perang, maka kapal ini juga diperlengkapi dengan torpedo. Padahal ini baru tahun 1775 !?

Kapal selam dengan penggerak bukan manusia dimulai oleh Robert Fulton. Ia menggunakan mesin uap untuk menjalankan kapalnya. Dan untuk memudahkan kapal meluncur maju, kapal ini dibuat dengan bentuk cerutu. Kapal cerutu ini membawa 2 awak kapal dan sudah mampu menyelam beberapa jam.

Kapal selam yang lebih maju lagi dipunyai Angkatan Laut AS pada tahun 1900. Penciptanya bernama John PG Holland dan kapalnya dinamakan Holland. Panjang kapal 1.590 centimeter, dijalankan dengan tenaga mesin bensin dan listrik. Karena merupakan bagian peralatan militer, kapal ini dilengkapi dengan persenjataan, di antaranya torpedo, dengan lontaran tekanan udara.

Tapi dalam pemakaiannya, bahan bakar bensin sering membahayakan kapal itu sendiri. Kemudian untuk mengatasi masalah ini, dibuat mesin dengan bahan bakar yang lebih aman, yaitu solar, dengan mesin diesel. Ini terjadi pada tahun 1905 dan pelopornya adalah Inggris. Kapal selam bertenaga diesel ini kemudian menjadi bakuan kapal-kapal selam berikutnya. Sekarang ini ada kapal selam yang berkekuatan sampai 1.000-1.600 tenaga kuda pada dieselnya.

Setelah Perang ke-2 Dunia (P2D), peralatan dan kemampuan kapal selam maju lebih jauh lagi. Dalam perang itu -misalnya- kapal selam AL-AS juga menggunakan mesin diesel jenis Fleet. Kapal selam mereka panjangnya 90 meter, dengan awak kapal 85 orang, berkecepatan 20 knot di atas air dan 10 knot di dalam air, 10 buah laras torpedo terpasang di bagian depan dan belakang kapal, dengan kemampuan melepaskan 24 buah torpedo setiap laras. Setiap torpedo berisi sekitar 250 kiligram bahan peledak.
Kecepatan kapal selam ini sesungguhnya bisa mencapai 45 knot, tapi dengan alasan keamanan kapal itu sendiri, kecepatan yang dipergunakan hanya 20 knot. Dengan kecepatan ini torpedo dapat dilontarkan dengan kecepatan 29 knot.

AS malah semakin menunjukkan kekuatan pertahanan laut yang semakin kokoh. Pada tahun 1954, AL-AS membuat sejarah baru, dengan meluncurkan kapal selam pertama bertenaga nuklir, bernama Nautilus. Pada tahun itu pula semua puncak kemampuan dan kecepatan kapal selam ditumbangkan olehnya. Nautilus pun menjadi kapal selam pertama yang berhasil melintasi Kutub Utara pada tahun 1958.

Ada puncak lain yang dibuat, tapi oleh kapal selam lain bernama Triton. Tahun 1960 Triton berhasil mengarungi seluruh lautan di dunia di bawah air. Kapal ini melintasi 66.970 kilometer dan mengarunginya dalam 84 hari saja. Bukan cuma itu, pada tahun 1960 AS juga telah mulai melengkapi kapal-kapal selam mereka dengan peluru kendali (rudal) antarbenua. Rudal balistik ini bisa melewati 1.930 kilometer dan menghancurkan negara yang dituju.

Tapi bukan AS saja yang punya kapal selam nuklir. Soviet juga punya. Bahkan menurut ahli-ahli militer dunia, Soviet punya armada kapal selam yang lebih banyak. Soviet punya sekitar 350 kapal selam, dengan sekitar 60 kapal selam dipersenjatai rudal balistik. AS cuma punya 135 kapal selam dengan 40 di antaranya bersenjata rudal balistik. Mereka berdua memang tukang perang, sehingga memang harus punya peralatan perang yang banyak.

Negara-negara lain yang lebih cinta damai sudah tentu punya peralatan yang lebih sedikit. Contohnya Indonesia, yang hanya memiliki 4 buah kapal selam, 2 buatan Soviet dan 2 buatan Jerman Barat. Yang lebih awal diberi nama Pasopati dan Bramastra, sedang yang disebut terakhir Nanggala dan Cakra.


Meskipun di zaman sekarang sama-sama merupakan alat persenjataan yang menggetarkan, namun dibandingkan pesawat terbang atau tank misalnya, maka sejarah kapal selam ternyata sudah jauh lebih tua. Sejak abad pertengahan, para penemu atau investor di Eropa sudah mulai memikirkan bagaimana membuat kapal yang dapat menyelam dan timbul lagi dengan dayanya sendiri, baik untuk kepentingan peperangan maupun sekedar mengamati kehidupan di dalam laut.
Seorang penemu dari Nuremberg di Jerman bernama Keyser tahun 1465dilaporkan sudah merancang sebuah perahu yang dapat menyelam dalam air. Namun yang secara sadar merancang sebuah kapal yang menyelam untuk menghindari musuh adalah seorang inggris yang kreatif, William Bourne. Pada tahun 1578 dia membuat rencana kapal selam dengan cukup rinci. Dilengkapi dengan tangki-tangki (ballast) yang dapat di isi air dan di kosongkan lagi untuk mengapung. Namun rancangan ini tidak mewujudkan secara nyata, melainkan hanya di tuangkan dalam buku Inventions of Devices. Padahal sistem tanki balas tersebulah yang di kemudian hari menjadi suatu kunci terpenting pada kapal selam.

Seorang investor Belanda bernama Cornelius Drebbel, 50 tahun kemudian memberanikan diri mewujudkan sebuah kapal selam yang berbentuk seperti dua perahu yang di susun yang di tutup dengan kulit agar kedap air. Lubang-lubang dayungannya juga dibuat sedemikian rupa sehingga tidak kemasukan air . Drebbel tidak menggunakan sistem balas, melainkan dengan pemberat biasa seperti besi agar perahunya menyelam. 

Pada 1620 ia mendemokan kapal selam di sungai Themes di London, dan konon di situ ia dikabarkan telah memakai pipa dan katup untuk memasukkan udara bersih ke kabin dan mengeluarkan udara kotor. Sehingga ia merupakan perintis pemakaian schnorkel, alat kapal selam modern yang di temukan juga oleh orang Belanda tiga abad kemudian, Adapula orang Prancis, de Son yang membantu membuat kapal selam untuk membantu Belanda dalam perang dengan inggris tahun 1652-54. Kapalnya di buat di Rotterdam, diperkuat dengan tombak-tombak besi di tabrakkan ke kapal musuh. De Son mengkalim kapalnya mampu mengaramkan 100 kapal musuh setiap harinya dan dapat mencapai kepulawan jajahan belanda di Indonesia hanya dalam enam pekan saja, Namun kenyataannya, kapal tersebut tidak mampu bergerak dan hanya menjadi tontonan saja. 

Selang 30 tahun kemudian, seseorang pastor Italia Giovanni Alfonso Borelli  pada 1680 juga merancang kapal selam yang di gerakkan dengan dayung dan memakai kantung-kantung pengapung dari kulit kambing . Pastor itu merancang kapal karena sebagai ilmuan ia ingin mengamati kehidupan dalam laut dengan kapalnya. Namun rancangan itu tetap tinggal di atas kertas, dan baru mewujud ketika orang inggris, Nethaniel Symons mengkopinya tahun 1747 dan menguji perahunya di S. Themes. Laporan pada masa itu menyebutkan kapal ini mampu bertahan di dalam air selama 45 menit. 

Seorang pembuat kapal Inggris lainnya bernama kapalnya Day pada 1773 berhasil menyelamkan kapalnya sedalam 30 kaki. Ia memakai pemberat batu yang dapat di lepas dari dalam kapal. Setahun kemudian ia mencoba lagi di perairan yang lebih dalam, Day bersama awaknya menyelamkan kapal mereka pada kedalaman 132 kaki tanpa memperhitungkan bahaya tekanan air yang makin dalam. Kapal beserta awaknya tidak muncul kepermukaan, dan usaha untuk menolong mereka gagal karena cuaca lalu memburuk. Di duga kapal selam Day tergencet tekanan air, dan ini merupakan kecelakaan fatal pertama kapal selam dalam sejarahnya. 

Tenggelamkan kapal musuh
Dalam perjalanan sejarahnya yang sudah cukup panjang tadi, penggunaan kapal selam dengan tujuan militer untuk menenggelamkan kapal musuh, pertama kali di uji coba pada 1776 oleh seorang pejuang kemerdekaan Amerika, David Bushnel. Lawannya adalah AL Kerjaan Inggris yang paling kuat di dunia. Tatkala Revolusi Amerika dimulai pada tahun itu, Inggris pun dengan kekuatan lautnya memblokade Amerika. Untuk menebus dan melawan blokade itulah Bushnell membuat kapal selam yang dinamainya Turtle. 

Kapal selam kecil ini direncanakan untuk menyerang musuh dengan mendekatinya dari dalam air, lalu melekatkan peledak pada tubuh kapal lawan. Dengan memicu pemicu  ledak setelah 30 menit bom itu dilekatkan, diharapkan kapal selam kecil itu sudah menghindar cukup jauh apabila musuh mengejarnya. 

Pada bulan Agustus 1776, kapal selam yang diawaki Sersan Ezra Lee tersebut di tugaskan untuk menyerang kapal perang Inggris HMS Eagle yang di lengkapi dengan 64  pucuk meriam, yang merupakan kapal bendera Laksamana Earl Howe. Kapal Perang ini bertugas memblokade New York. 

Namun Ezra merupakan orang perama dalam sejarah yang menyerang musuh dengan kapal selam, tidak begitu beruntung. Karena orang inggris keburu mengetahui dan mengejarnya dengan sekoci. Ezra pun melepaskan peledaknya dan bom itu meletus di depan para pengejarnya sehingga Ezra berhasil Lolos. 

Dua kali percobaan menyerang dengan kapal selam dilakukan lagi, tetapi gagal semua. Pada perang Inggris lawan Amerika tahun 1812-13, Bushnell mencoba menyerang lagi dengan dengan Turtle yang telah di tingkatkan. Sasaran kali ini frigat inggris HMS Ramillies yang berada di perairan Connecticut. Awak kapal selam ini berhasil merapat di bawah kapal inggris itu dan berusaha melubangi lunasnya untuk menempatkan peledak. Tetapi bornya patah sehingga gagal, dan karena musuh mulai






Penemu kapal selam

Cornelius van Drebbel, Orang yang Mewujudkan Desain Leonardo da vinci

Kapal selam menjadi alat trans-portasi menarik dengan berba-gai tujuan. Mulai untuk keper-luan militer hingga hiburan. Tapi, siapa sih yang mewujud-kan kendaraan bawah laut itu?
—
TOKOH yang paling dikenal sebagai penemu kapal selam adalah Cornelius van Drebbel. Awalnya, pembuat sketsa kapal selam adalah Leonardo da Vinci (1452-1519), sedangkan William Bourne merancang rencana pembuatan kapal tersebut (1578). Tapi, yang berhasil membangunnya adalah Cornelius van Drebbel pada 1620.
Awalnya, dia hanya melihat sketsa-sketsa yang dibuat dua temannya itu. Lalu, perlahan van Drebbel mencoba merealisasikan sketsa yang menurutnya unik tersebut. Standar pembangunannya tetap memakai sketsa Bourne. Yaitu, menggunakan prinsip bahwa kapal dapat tenggelam bila tangki diisi air. Apabila kapal akan dinaikkan ke permukaan, tanki air dikosongkan terlebih dahulu.
Lalu, van Drebbel mencoba menerapkan hukum Archimedes dengan memakai dayung sebagai penggerak. Tidak cukup sampai di situ, van Drebbel terus meng-upgrade kapal selam buatannya. Terutama dalam hal desain dengan membentuknya seperti susunan dua perahu dan ditutup kulit.

Lubang-lubang dayungan dibuat lebih rekat sehingga tidak kemasukan air. Van Drebble tidak menggunakan sistem balas, tapi mencoba dengan besi agar perahu lebih mudah menyelam.
Kapal selam itu menjadi kapal selam yang paling tua. Sebab, badannya masih dibuat dari kulit binatang dan rangka kayu. Van Drebbel juga membungkus kayu dasar kapal dengan bahan waterproof dan dayung perahu dengan kulit. Penambahan tabung udara dilakukan van Drebbel untuk menyediakan oksigen.

Perjalanan pertamanya dilakukan bersama 12 pendayung di Sungai Thames. Dalam uji coba tersebut, kapal itu berhasil menyelam sedalam 360-450 cm di bawah Sungai Thames, London, selama 2-3 jam.

Model terakhir yang dibuat van Drebbel mempunyai enam dayung dan dapat menampung 16 penumpang. Kapal itu dapat menyelam selama tiga jam dan belayar hingga 12-15 kaki (4-5-meter) di bawah permukaan air. Track-nya dimulai di Westminster menuju Greenwich pulang pergi.

Kapal selam yang tampak seperti bentuk cerutu tersebut dibuat hidrodinamik. Menurut van Drebbel, hidrodinamik dapat mengurangi hambatan ketika tenggelam. Dengan begitu, kapal dapat tenggelam secara mulus. Kapal selam itu mempunyai kecepatan sekitar 18 km/jam.

Saat ini kapal selam temuan van Drebbel mulai dikembangkan untuk tujuan militer. Terutama sebagai kapal selam perang. Hal tersebut sebenarnya jauh dari keinginan

Drebbel ketika pertama membuat kapal selam. Dia tidak ingin kapal selam buatannya menjadi alat pembunuh










Jenis – jenis kapal selam
Nuklir dan diesel -elektrik. Rudal balistik,anti permukaan, hingga torpedo. itulah kemampuan yang mewarnai kapal selam jaman sekarang. Soal lebih unggul mana, ya tergantung dari banyak faktor. Mulai dari kebutuhan hingga urusan kekuatan kantong tiap negara operator. berikut beberapa tipe kapal selam paska Perang Dunia II. 
TYPE 209
Kalah perang memang berefek jelek bagi Jerman. Bahkan setelah 25 tahun PD II berlalu, bangsa aria tetap wajib tunduk pada peraturan yang dibuat sekutu. Mereka tidak di perbolehkan membangun kapal selam dengan bobot lebih dari 1000 ton . jelas aturan tadi bisa mematikan kreativitas. Tapi Tenang saja, masih ada jalan keluarnya. Buktinya biro desain kapal selam Jerman Barat, IKL (Ingenieurkontor lubeck) nekat melangsir type 209 yang berbobot lebih dari 1.000 ton pada era 70 an. Nah, biar tak terjerat pada aturan sekutu maka kapal selam ini hanya di tujukan bagi pangsa pasar ekspor. Lebih dari 12 AL dunia (termasuk TNI AL) memakai varian type 209, cukuplah  jadi tanda keandalan kapal selam ini.

Spesifikasi
Kru     : 30-33 orang.
Bobot Selam   : 1.440 ton
Bobot Permukaan  : 1.320 ton
Panjang (P)  : 61 Meter
Beam     : 6,2 m
Drought    : 5,5 meter
Mesin     Empat Generator MTU, Sebuah Motor Elektrik Siemens, baling-baling tunggal
Kecepatan Selam Mks       : 22 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 11 Knot
Persenjataan   : Delapan Tabung Peluncur Terpedo Kaliber 21 Inci (533 mm)

KILO
Primadona Rusia di bidang ekspor kapal selam ? jawabannya tak ada lain ada pada kelas kilo. Kalau sudah begini pastilah kita menyangka kapal racikan era 80-an ini hebat segala-galanya, padahal  pada kenyataannya ia tak lebih dari sebuah kapal selam jarak sedang (Medium Range). Artinya dia kurang mampu dalam untuk diajak berenang antar samudra. Toh, kekurangannya jadi tak membuat “Barat” bisa memergoki dengan mudah. Selain karena dikenal dengan teklnologi semi stealth. Mesin diesel yang di gunakan pada kelas kilo ini terbukti tangguh dalam memberikan perlawanan.

Tercatat NATO baru bisa menyimak jelas-jelas KILO pada tahun 1986. Atau setahun setelah kapal ini resmi masuk ke dalam dinas Operasional

Spesifikasi :
Kru  : 60 orang
Bobot Selam   : 3.000 ton
Bobot Permukaan : 2.500 ton
Panjang (P) : 70 Meter
Beam (b)  : 9,9 m
Drought    : 6,5 meter
Mesin   : Dua generator disel; motor elektrik dan baling-baling tunggal enam bilah
Kecepatan Selam Mks    : 16 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 12 Knot
Persenjataan  : Enam tabung terpedo kaliber 21 inci (533mm) atau ranjau di bagian depan

DELTA

Julukan si Bongkok memang pantas melekat pada kapal selam Soviet yang satu ini, kelas Delta. Betapa tidak ? dengan punuk yang menempel di bagian belakang punggung maka bayangan kapal akan terlihat seperti orang bongkok. Tapi, jangan salah , justru pada bagian itulah kunci dari kesaktian Delta. Disitu tertanam 16 Pelontar rudal Balistik SS-N-18 Stingray.

Mulai  dibuat pada tahun 1972, Delta punya banyak varian sebut saja dari Delta I hingga IV. Untuk varian yang terakhir tadi sebanyak 14 buah kapal berhasil di rampungkan pada tahun 1985 pihak barat sering memergoki kapal selam ini mondar-mandir di sekitar wilayah Antartika dan Pasifik

Spesifikasi :
Kru     : 120 orang.
Bobot Selam  : 13.550 ton
Bobot Permukaan   : -  ton
Panjang (P)   : 164  Meter
Beam (b) : 12 m
Drought (d)   : 9 meter
Mesin      : Dua reaktor dengan dua baling-baling ganda
Kecepatan Selam Mks : 24-25 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : - Knot
Persenjataan      : Enam tabung Torpedo dan 16 pelontar rudal vertikal

DAPHNE

Ini adalah prinsip orang Prancis buat meracik sebuah Kapal Selam di era 50-an. Mengorbankan kecepatan agar bisa menyelem lebih dalam serta mengusung senjata lebih berat. Nah, prinsip semacam itulah yang lantas diterapkan pada kapal selam Daphne. Karakter  khas yang disandang adalah soal pemasangan torpedo, sebanyak 12 tabung terpasang eksternal. Perinciannya, delapan menghadap depan sisanya menghadap ke belakang. Sistem seperti tadi di percaya mengurangi beban awak kerja awak. Tercatat AL Prancis pernah mengoprasikan 11 unit kepal selam tipe ini sebelum di pensiunkan pada tahun 1990.

Spesifikasi :
Kru    : 45 orang.
Bobot Selam      : 1.045 ton
Bobot Permukaan  : 870 ton
Panjang (P)     : 57,8 Meter
Beam (b)    : 6,8 Meter
Drought      : 4,6 meter
Mesin   : Dua Generator Disel dan Dua motor elektrik
Kecepatan selam Mks  : 16 knots Knots
Kecepatan permukaan Mks : 13,5 Knots
Persenjataan   : Delapan Tabung Terpedo Di Bagian Depan Dan Empat Lainnya Di Belakang

WALRUS

Walrus bisa di golongkan sebagai wakil kapal selam konvensional modern. Tak perulah membedah soal jeroan kapal Belanda ini untuk membuktikannya. Dilihat dari tahun peluncuran pertamanya saja sudah bisa. Walrus diluncurkan pertama kali pada di galangan kapal pada bulan Oktober 1985. Ia merupakan jawaban atas kebutuhan armada kapal selam AL Belanda. Basis yang dipakai pengembangan adalah kelas Zvaardvis. Tentu saja setelah mendapat pembenahan disana-sini

Spesifikasi
Kru    : 50 orang.
Bobot Selam  : 2.800 ton
Bobot Permukaan : 2.450 ton
Panjang (P)  : 67,7 Meter
Beam (b) : 8,4  Meter
Drought    : 7 Meter
Mesin   : Tiga Motor Disel, motor elektrik dan dua baling-baling tunggal
Kecepatan selam Mks  : 21 Knots
Kecepatan permukaan Mks : 12Knots
Persenjataan                        : Empat  Tabung Torpedo Multi Fungsi ke arah depan

TYPHOON

Agustus 1980. Boleh jadi adalah waktu kelahiran kapal selam paling raksasa sejagat, Typhoon. Tapi bukan tanpa alasan Soviet membangunnya di galangan kapal selam terbesar di dunia, Severodvinsk. Keahlian insinyur-insinyur komunis menggarap rudal balistik super jauh adalah alasannya. Rudal-rudal ini menghantam kota-kota penting AS dari perariran yang masih berada di bawah kontrol societ. Cuma sebagai konsekuensinya kepal selam yang mengusung harus berukuran besar. Kedigdayaan Typhoon tak hanya sebatas dimensi dan kapasitas angkut senjata saja, kabarnya ia juga punya tubuh rangkap yang berfungsi untuk menangkis torpedo ringan lawan.

Spesifikasi
Kru  : 150 orang.
Bobot Selam    : 25-30.000 ton
Panjang (P)    : 170Meter
Beam (b)        : 23 Meter
Drought      : 11,5 Meter
Mesin        : Dua unit raktor dengan dua unit baling-baling  
Kecepatan Mks    : 24 Knots
Persenjataan   : 20 unit rudal balistik SS-N-20 Stugeorr delapan unit tabung torpedo


LOS ANGELES

Kode resmi yang disandang oleh kapal selam kelas Los Angeles adalah SSN, artinya monster laut bikinan AS ini tergolong sebagai mesin penyerang (attack). Kalau dibedah tugas yang disandang bisa beragam. Menghantam target darat dengan rudal Tomahawk. Menjebol kapal perang lawn dengan bermodalkan Harpoon. Serta melahap kapal selam lawan dengan torpedo Mk48 atau ADCAP (Advanced Capability). Itulah deretan kesaktian Los Angeles. Predikat hebat juga melekat pada jumlah unit yang dibuat. Sejak di operasikan pertama kali pada 13 November 1976 sebanyak 52 buah kapal telah di luncurkan


Spesifikasi
Kru     : 127 orang.
Bobot Selam     : 6,927 ton
Bobot Permukaan   : 6.080 ton
Panjang (P)  : 109 Meter
Beam (b)    : 10,1 Meter
Drought     : 9,8 Meter
Mesin      : Sebuah reaktor S6G dengan baling baling tunggal  
Kecepatan Mks    : 31 Knots
Persenjataan      : empat tabung Toperdo Multi fungsi 


OHIO

Bila Soviet berjaya dengan Typhoon maka AL AS cukup bangga dengan kehadiran kapal selam nuklir kelas Ohio. Lantaran rival, jadi sah-sah saja kalau ia juga menerapkan taktik operasi yang sama dengan typhoon. rudal-rudal Triden yang di usung Ohio bisa di pakai menghantam seluruh kota besar Soviet. Dan untuk itu posisi kapal selam tak harus berada pada dekat dengan di wilayah lawan. Ide pembuatan Ohio muncul pada era 70-an. Kala AL AS berniat untuk meracik kapal selam baru buat pengganti pendahulunya yaitu kelas George Washington dan Ethan Allen. Maklum, kedua jenis kapal selam tadi tak bisa dimuati oleh rudal balistik Trident.


Spesifikasi

Kru      : 160 orang.
Bobot Selam        : 18.750 ton
Bobot Permukaan : 16.764 ton
Panjang (P)  : 170,7 Meter
Beam (b)     : 12,8 Meter
Drought     : 11,1  Meter
Mesin      : Sebuah reaktor S8G dengan baling baling tunggal  
Kecepatan Mks      : 20  Knots
Persenjataan    : 24 pelontar vertikal rudal balistik; empat tabung torpedo

LE REDOUTABLE

Dari namanya saja sudah bisa ditebak kala selam yang saru ini adalah buatan Francis, mulai diracik pada awal era 60-an dan berhasil dirampungkan tahun 1971, le Redoutable, merupakan simbol pertama kekuatan tahun 1971, le Redoutable merupakan simbol pertama kekuatan balistik laut AL Prancis. Biasis yang di pakai untuk pengembangannya adalah kapal selam AL AS dari kelas Lafayette. Sebagai senjata utamanya La Redoutable mengusung 16 rudal balistik buatan lokal pada bagian punggung. Tipikal rudal yang balistik buatan lokal pada bagian punggungnya. Tipikal rudal yang di bawa beragam sejalan dengan perkembangan kemampuannya. Mulai dari M1 yang masih punya jarak jangkau terbatas  hingga M20 berhulu ledak thermo-nuklir

Spesifikasi
Kru       : 135 orang.
Bobot Selam    : 9.000 ton
Bobot Permukaan   : 8.000 ton
Panjang (P) : 128 Meter
Beam (b)   : 10,6 Meter
Drought    : 10  Meter
Mesin    : Sebuah reaktor , sebuah motor listrik Dengan baling-baling tunggal
Kecepatan Mks : 20  Knots
Persenjataan  : 16 pelontar vertikal rudal balistik; empat tabung torpedo


RESOLUTION
Urusan kapal selam pelontar rudal nuklir, inggris punya jenis yang senada dengan Francis. Terbukti kerajaan ini lantas ikutan mengadopsi kapal selam AS kelas lafayette sebagai basis untuk membangun kapal selam Resolution. Keputusan tadi dibuat lantaran Paman Sam melimpahkan sejumlah rudal balistik Polaris pada era 60-an sebanyak setengah lusin kelas Resolution rencananya akan di bangun. Sayang, angan-angan itu tak mulus terwujud. Tahun 1964 terjadi perubahan politik di dalam negeri inggris. Kapal keenam batal untuk dibuat. Sementara sisa nyta yang telah terlanjur jadi, diubah tugasnya menjadi kapal selam serang.


Spesifikasi
Kru   : 143 orang.
Bobot Selam  : 8.400 ton
Bobot Permukaan    : 7.500 ton
Panjang (P)      : 129,5 Meter
Beam (b)     10,1  Meter
Drought  : 9,1  Meter
Mesin   : Sebuah Reaktor PWR 1 Baling-baling tunggal
Kecepatan Mks : 24  Knots
Persenjataan : 16 rudal vertikal balistik polaris A-3TK; Enam, Tabung Terpedo

Di zaman sekarang ini kapal selam masih menjadi salah satu arsenal tempur yang masih ditakuti. Kemampuan kapal selam yang bisa menyerang secara diam - diam sehingga sulit terdeteksi lawan, kemudian menghilang dengan cepat. Berikut ini beberapa tipe kapal selam baik yang bertenaga diesel maupun nuklir.

Urusan kapal selam memang dua negara ini, Amerika dan Rusia memang masih yang terbaik, karena mereka punya segalanya, baik teknologi maupun pendanaan.

Kilo
Kapal selam buatan Rusia ini dibangun sekitar tahun 1980 dan banyak diekspor ke berbagai negara. Kapal selam berbobot 3000 ton jika menyelam ini di awaki oleh 60 orang kru. Kapal selam sepanjang 70 meter ini dilengkapi dengan dua generator diesel, motor elektrik dan baling-baling tunggal enam bilah. Kapal selam ini di persenjatai dengan enam tabung torpedo kaliber 21 inci dan mampu melaju 16 knots waktu menyelam, bila dipermukaan 12 knots.

Tipe 209
Kapal selam buatan Jerman ini berbobot selam 1440, bobot permukaan 1320, dengan panjang 61 meter. Dengan mesin empat generator diesel MTU, sebuah motor elektrik dan baling-baling tunggal. Kapal selam yang dilengkapi dengan peluncur torpedo 21 inci ini mampu melaju di kedalaman dengan kecepatan 22 knot.

Typhoon
Di era tahun delapan puluhan kapal selam rusia ini menjadi kapal selam terbesar didunia. Bagai mana tidak, kapal selam yang diawaki oleh 150 kru ini berukuran super besar dengan panjang 170 meter dan bobot selam 30.000 ton. Kapal selam ini mampu melaju 24 knots karena dilengkapi dengan dua unit reaktor dengan dua unit baling-baling.

Dalam urusan persenjataan, kapal selam ini ditakuti karena dilengkapi dengan rudal balistik SS-N-20 Sturgeon yang mampu menghajar kota-kota penting di Amerika. Selain itu Kapal selam inijuga dilengkapi dengan delapan unit tabung torpedo.

Ohio
Untuk menandingi Rusia dalam bidang pertahanan, amerika pun menciptakan monster laut yang menakutkan juga. Kapal selam nuklir ini diawaki oleh 160 kru dan dilengkapi rudal balistik Trident yang sanggup menghantam kota-kota penting di Rusia.

Kapal berbobot selam 18.750 ton, dan panjang 170 meter dilengkapi dengan sebuah reaktor S8G dengan baling-baling tunggal sehingga mampu melaju dengan kecepatan sekitar 20 knots. Selain dilengkapi dengan 24 pelontar vertikal rudal balistik kapal selam ini juga dipersenjatai dengan empat tabung torpedo.



Pembuatan kapal selam

NINOK LEKSONO
Masih dalam suasana peringatan hari jadi ke-65 TNI, maka satu tema yang masih terus bergema adalah pengembangan kemampuan industri pertahanan nasional. Bukan saja sekarang sudah ada Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), melainkan juga karena sekarang penguatan industri pertahanan dalam negeri telah diangkat sebagai wacana pendamping penguatan postur angkatan bersenjata RI.
Dua hal setidaknya bisa menjelaskan hal di atas. Pertama, ketika menjalani uji kelayakan dan kepatutan untuk menjadi Panglima TNI di DPR, Laksamana Agus Suhartono mendapat pesan bahwa terkait dengan pembangunan postur TNI, hal itu dilaksanakan dengan mempertimbangkan sungguh-sungguh pelibatan industri pertahanan dalam negeri. Berikutnya, sehari menjelang HUT ke-65 TNI, Presiden ketika memimpin sidang kabinet yang khusus membahas alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI menegaskan bahwa upaya modernisasi alutsista disertai komitmen mengutamakan produk industri strategis dalam negeri, kecuali yang belum bisa kita buat, seperti pesawat tempur, kapal perang, atau kendaraan tempur canggih (Kompas, 5/10).
Belum lama ini terbetik kabar bahwa bersama Korea Selatan, RI akan mengembangkan pesawat tempur KFX yang disebut lebih canggih dibandingkan F-16, tetapi masih di bawah kemampuan F-35 JSF Lightning II. Namun, seiring dengan itu, terbetik pula kabar bahwa Indonesia akan merancang kapal selam. Tidak kurang Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sendiri yang mengemukakan hal ini di sela-sela seminar di LIPI yang dikutip di awal kolom ini.

Merentang rancang bangun
Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang mengunjungi PT DI, PT Pindad, dan PT PAL tentu diyakinkan bahwa dari segi kemampuan, tak ada yang diragukan dari putra-putra bangsa Indonesia untuk menguasai rancang bangun alutsista. Di matra udara, setelah membuktikan diri bisa membuat pesawat secanggih N-250 pada pertengahan dekade silam, masuk akal kalau program seperti KFX bisa merentang kemampuan lebih lanjut. Hal sama bisa dikatakan untuk PT Pindad, yang setelah menguasai rancang bangun kendaraan tempur dan membedah tank ringan Scorpion, lalu dalam posisi untuk merancang bangun pembuatan tank sekelas AMX.
Untuk matra laut, wacana bisa direntang lebih luas. Membaca buku Kapal Selam Indonesia (karya Indroyono Soesilo dan Budiman, 2008), pembaca tidak saja disuguhi sejarah kapal selam dan pengoperasiannya di Indonesia, lengkap dengan komandan dan awak yang pernah bertugas di kapal-kapal selam tersebut, tetapi juga segi lain yang berlingkup masa depan.
Di masa ketika isu perbatasan, khususnya perbatasan di laut, semakin sering mewarnai hubungan Indonesia dan negara tetangga, khususnya Malaysia, salah satu alutsista yang lalu sering dirasakan urgensinya adalah kapal selam. Bila kapal permukaan seperti korvet atau fregat melambangkan kehadiran, tetapi mudah disimpulkan kekuatannya, kapal selam lebih bermakna strategis karena memiliki daya penggentaran yang besar. Eksistensi yang nyata, tapi relatif sulit dilacak, membuatnya semakin dihargai oleh banyak negara. Setelah Singapura (4 Challenger dan 2 Archer yang merupakan kelas Vastergotland, Swedia), Malaysia pun kini sudah membeli dua kapal dari kelas Scorpene (buatan Perancis) (lihat The Military Balance 2010, IISS, 2010).
Kini Indonesia hanya mengoperasikan dua kapal selam–Cakra dan Nanggala–yang usianya hampir 30 tahun. Kapal selam tipe 209 buatan HDW Jerman ini sejak beberapa tahun terakhir disebut-sebut akan dicarikan penggantinya.


Membuat kapal selam
Pembuatan kapal selam menjadi satu dari dua bahasan yang muncul ketika Sekretaris KKIP Sjafrie Sjamsoeddin berkunjung ke PT PAL. Selain kapal selam, topik lain adalah pembuatan kapal perusak kawal rudal.
Tentu dibutuhkan nasionalisme dan rasa percaya diri untuk bisa membuat kapal selam. Selama ini di PT PAL telah dibuat kapal berbagai jenis dan berbagai ukuran, dan membuat kapal selam dipastikan akan menuntut dimilikinya keterampilan teknis dan pemahaman akan rekayasa yang canggih.
Keinginan menguasai teknologi pembuatan kapal selam juga dibaca oleh pembuat kapal selam asing yang ingin menawarkan produknya ke Indonesia. Thyssen yang kini sudah menjadi perusahaan induk HDW pun dalam menawarkan tipe 209/1400 ini juga menawarkan alih teknologi kepada Indonesia, dalam hal ini PT PAL.
Sebagaimana juga ada di PT DI untuk pesawat terbang, di PT PAL pun kelak akan ada fasilitas pembuatan badan serta instalasi berbagai sistem yang ada pada kapal selam, seperti propulsi dan sebagainya. Keterampilan tersebut bisa diperoleh secara bertahap. Itu sebabnya, pada kapal selam pertama, sebagian besar pekerjaan (perakitan badan tekan dan instalasi outfitting tingkat tinggi) akan tetap dilakukan oleh mitra pembuat, dan PT PAL hanya akan mengerjakan integrasi dan penyelesaian keseluruhan kapal. Namun, untuk kapal kedua dan ketiga, bagian yang akan dikerjakan oleh teknisi Indonesia akan lebih banyak.
Diharapkan dengan proses alih teknologi yang konsisten, yang mengucur dari adanya program yang terjadwal rapi, pengerjaan dua kapal selam dengan alih teknologi bisa dikerjakan dalam tempo enam tahun.
Melalui program seperti itu, RI tidak saja akan menguasai pembuatan kapal selam, tetapi juga alutsista lain yang semakin kompleks.
Bila komitmen mendukung pengembangan kemampuan dalam negeri ingin diwujudkan, kapal selam jelas akan menjadi proyek lompatan kuantum yang besar artinya.

Proses Pembuatan Kapal Selam Nuklir Di Cumbria England



BAE Systems Submarine Solusi adalah anak perusahaan yang ssepenuhnya dimiliki oleh BAE Systems, berbasis di Barrow-in-Furness, Cumbria, dan bbertanggung jawab unntuk pengembangan dan produksi kapal selam.Pabrik Ini mengoperasikan salah satu Kapal yang hanya ada sedikit di dunia yang mampu membangun kapal selam nuklir, yang dahulu telah menciptakan kapal selam Angkatan Laut Royal bbertenaga nuklir sejak komisioning HMS Dreadnaught pada tahun 1963 . Galangan kapal Barrow-in-Furness juga telah membangun kapal selam sejak Belanda pertama kali dengan Royal Navy pada tahun 1903.Perusahaan ini sedang membangun kapal selam kelas Astute, generasi baru serangan kapal selam nuklir (SSN) untuk Royal Navy, yang pertama diluncurkan pada tanggal 8 Juni 2007.






















Prinsip kapal selam

Kapal selam merupakan sebuah wahana yang unik karena bisa mengapung dan menyelam di air sesuai kebutuhan, pembuatan kapal selam pertama kali di gunakan untuk keperluan perang dan masih berbentuk sangat sederhana ( turtle).
Namun pada masa sekarang selain untuk perang, kapal selam juga di gunakan sebagai wahana rekreasi dan juga penelitian bawah air (ocean research).

Ada pertanyaan menarik dari seorang teman saya beberapa waktu lalu, yaitu bagaimana cara sebuah kapal selam yang beratnya berton ton bisa menyelam.
Pertanyaan menarik. Kalau masalah mengapung kita pasti tahu bahwa Hukum Archimedes (+250 sebelum Masehi) adalah jawabannya “Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut”.
Dan itu berlaku pada setiap kapal konvensional. Sedangkan untuk menyelam kapal selam memakai Hukum Boyle dan Hukum Boayancy (pengapungan).


Kapal selam di desain memiliki tanki balast (trim), Tanki balast berfungsi menyimpan udara dan air, letaknya berbeda beda tergantung biro desain yang merancangnya.Untuk awalnya saya akan memberi visualisasi gambar potongan kapal selam seperti yang terlihat di bawah ini:



posisi mengapung

posisi menyelam

Sedikit tambahan, kapal selam sekarang mulai di lengkapi dengan berbagai macam persenjataan,
yang awalnya hanya sebuah skrup untuk melubangi kapal musuh, sekarang bisa di muati rudal jelajah maupun rudal antar benua yang berhulu ledak nuklir.
Yang pada mulanya hanya cukup untuk satu orang hingga sekarang dapat memuat ratusan personel.

Kapal selam lama menggunakan diesel sebagai penggerak utama sehingga kemampuan bersembuyi di air sangat terbatas karena harus sering muncul ke permukaan untuk pengisian kembali bahan bakar,
kini kapal selam nuklir lebih efisien karena sangat hemat dan menekan biaya operasional, karena dalam sekali charge kapal selam mampu berlayar bertahun tahun tanpa perlu mengisi bahan bakar.
Namun itu bukan berarti tidak beresiko. Kejadian bocornya radiasi pada kapal K-19 Rusia beberapa dekade lalu,
menunjukkan kalau perlu keamanan extra untuk mengoperasikan sebuah kapal selam nuklir, selain merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi pihak Angkatan Laut bisa mengoperasikan nya.

sedikit gambaran di dalam kapal selam

Cara kerja kapal selam


Di dalam kapal selam terdapat kompresor udara yang fungsinya dapat memanpatkan udara. Ketika mengapung, sebagian besar badan kapal selam diisi udara sehingga secara keseluruhan ρ(massa jenis) kapal lebih kecil dari ρ(massa jenis) air laut dan meyebabkan ia bisa mengapung. 

Kemudian jika kapal selam ingin lebih tenggelam, udara tadi dikeluarkan dan air laut disekitarnya dimasukkan sehingga ρ (massa jenis) kapal secara keseluruhan lebih besar dari ρ (massa jenis) air laut. Dan jika kapal selam ingin mengapung lagi maka air laut tadi dikeluarkan dan digantikan dengan udara dari kompresor. 

Teknologi Kapal Selam Rusia, Pertama Yang Mampu Jelajahi Kutub Utara

 

Bersamaan dengan menipisnya selimut es yang menutupi Kutub Utara lantaran pemanasan global, lomba memperebutkan kepemilikan atas sumber energi yang tersimpan di dalamnya pun dimulai. Berharap menjadi negara pertama yang menjejakkan kaki ke dasar laut Kutub Utara, Rusia mengirimkan misi pertamanya pekan lalu. Dua kapal selam mini, satu kapal ekspedisi dilengkapi kapal pemecah es bertenaga nuklir, Rossiya, dikerahkan menuju Kutub Utara. Satu helikopter juga diterbangkan untuk mencari jalan bagi iring-iringan kapal itu. Meski sempat dihadang gangguan teknis pada baling-baling mesin kapal Akademik Fyodorov, misi itu jalan terus. 

Begitu mencapai kepulauan Franz Josef Land, dua pertiga jarak dari daratan Rusia ke Kutub Utara, tes penyelaman di perairan Arktik dilakukan. Perlu waktu satu jam bagi Mir-1 dan Mir-2, kapal selam Rusia, untuk mencapai dasar laut di kedalaman 1.311 meter. Kapal yang masing-masing diawaki seorang pilot itu menyelam pada 87 kilometer sebelah utara Franz Josef Land, kepulauan Rusia paling utara di Laut Barents. 
Mir-1 muncul ke permukaan setelah lima jam di dalam air, sedangkan Mir-2 menyelam lebih lama di dasar laut untuk mengumpulkan sampel yang akan diteliti. "Ini pertama kalinya sebuah kapal selam bekerja di bawah lapisan es dan terbukti mereka bisa melakukannya," kata Anatoly Sagalevich, pilot Mir-1. Pemimpin misi, Artur Chelingarov, menyatakan uji coba penyelaman itu sebenarnya tidak direncanakan. "Tapi kami memutuskan mengecek ulang semua hal," kata anggota parlemen itu. 

Penyelaman ini memang berisiko tinggi karena belum pernah ada kapal selam yang bekerja di bawah es. Kapal selam Soviet dan Amerika Serikat memang pernah mengarungi perairan di bawah lapisan es kutub, tapi tak ada yang pernah mencapai dasarnya, yang diperkirakan dalamnya lebih dari 4.000 meter. Stasiun televisi Vesti-24, yang mengikuti misi itu, memperlihatkan gambar kapal selam itu menyelam ke dalam lapisan air dan es yang tebal. Koresponden televisi itu menyatakan proses kembali ke kapal terbukti lebih sulit daripada mencapai dasar laut. "Saya mendengar beberapa orang di atas kapal Akademik Fyodorov berdoa selama operasi berlangsung," katanya. "Jika gagal kembali ke titik penyelaman, mereka bisa terperangkap di bawah lapisan es tebal." 

Setelah uji coba, ekspedisi itu kembali menuju Kutub Utara, beberapa ratus mil arah utara. Chelingarov menyatakan tantangan berat dan berisiko tinggi menanti mereka di dasar laut samudra paling berat di dunia itu. Setiba di kutub, dua kapal selam mini itu harus menyelam empat kali lebih dalam. Kamis lalu, penjelajah terkenal Rusia, Chelingarov, dan anggota parlemen lainnya, Vladimir Gruzdev, berhasil menyelam ke dasar laut sedalam 4.200 meter menggunakan Mir. Di sana mereka mencemplungkan kapsul dari logam titanium yang berisi bendera Rusia. 

Bendera itu merupakan simbol bahwa daerah itu adalah teritori Negara Beruang Merah itu. Rusia yakin dasar laut Arktik itu adalah hak mereka karena wilayah tersebut merupakan perluasan dari daratan mereka. Menurut hukum internasional, ada lima negara yang memiliki teritori di Lingkaran Arktik, yaitu Rusia, Amerika Serikat, Kanada, Norwegia, dan Denmark, lewat kepemilikan Denmark atas Greenland. Mereka hanya bisa mengklaim wilayah dalam zona 320 kilometer dari garis pantainya untuk kegiatan ekonomi. 

Namun, sejak 2001, Rusia mengklaim wilayah yang lebih luas sampai ke Kutub Utara. Alasannya, dasar laut Arktik dan Siberia berada dalam landas kontinen yang sama. Ekspedisi kapal riset Akademik Fyodorov, yang berisi 100 ilmuwan, ini dikerahkan untuk mendukung klaim itu. Tugas utamanya adalah membuktikan bahwa Lomonosov Ridge, punggung pegunungan dasar laut di bawah Samudra Arktik, adalah sambungan dari landas kontinen Siberia. Bukti ini akan mengesahkan kepemilikan Rusia berdasarkan Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

Dasar laut yang semula diselimuti es abadi ini mendadak jadi ajang perebutan lima negara di sekitarnya. Persaingan untuk menguasai Kutub Utara ini terkait dengan dugaan bahwa wilayah itu mengandung minyak, gas, dan mineral berlimpah. Perairan itu juga kaya dengan ikan dan jalur pelayaran penting yang amat strategis. Tak mau kalah dengan Rusia, Denmark berharap bisa membuktikan bahwa Lomonosov Ridge adalah perluasan Greenland, bukan Rusia. Sedangkan Kanada menganggarkan US$ 7 miliar untuk membangun dan mengoperasikan 8 kapal patroli di Arktik untuk menegakkan kedaulatannya atas wilayah itu. 

Kongres Amerika Serikat juga tengah menimbang anggaran sebesar US$ 8,7 miliar untuk menjaga pantai Amerika. Anggaran baru itu termasuk US$ 100 juta untuk mengoperasikan dan memelihara tiga kapal pemecah es kutub yang dimilikinya, serta pembuatan dua kapal baru. 

Bagi Rob Huebert, Associate Director Center for Military and Strategic Studies di Calgary, Kanada, semua kehebohan ini agak menggelikan karena sebenarnya tak ada yang tahu pasti berapa banyak minyak dan gas yang tersimpan di perut Kutub Utara. "Tapi konon 18 persen cadangan minyak dunia berada di sana," ujarnya. "Itu sama dengan cadangan minyak Arab Saudi." 

Namun, jika tuntutan ini terbukti dan diakui oleh dunia internasional, Rusia akan memperoleh tambahan wilayah seluas 1.191.394 kilometer persegi, yang mungkin saja mengandung 10 miliar ton minyak dan gas. Bila minyak itu tak ada, toh mereka masih bisa menguasai jalur pelayaran yang bisa mempersingkat jarak antara Eropa dan Asia sampai 3.704 kilometer dibanding rute melalui Terusan Panama.
deep flight super falcon Deep Flight Super Falcon: $1.3 Million Flying SubmarinePENTAGON (- Markas militer Amerika Serikat, Pentagon membuat serangkaian peralatan militer baru.
Tak hanya robot burung mata-mata, Pentagon berambisi menerbangkan kapal selam.




Para peneliti Pentagon saat ini sedang mengembangkan kendaraan militer yang bisa meluncur di bawah air seperti kapal selam sebelum mumbul di sela-sela ombak dan lalu terbang seperti pesawat terbang.

Lembaga Riset Militer AS atau Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), sejauh ini telah menciptakan pesawat yang mampu terbang rendah di atas permukaan air.
Tinggal selangkah lagi, sampai kendaraan itu bisa menghilang ke dalam air untuk menghindari deteksi musuh.
Kendaraan itu ditargetkan bisa timbul diam-diam dari dalam laut dengan bentuk kapal selam, sebelum menyerang target dan melesat.

Seperti diberitakan New Scientist, proyek ini telah dikembangkan tahun 2008 dan saat ini mencapai tahap pencarian desain dari pihak luar.
Untuk mewujudkan kendaraan canggih ini, beberapa prinsip hidrodinamik dan aerodinamis khusus harus dipenuhi.


Tantangan yang dihadapi, kendaraan itu harus seringan mungkin seperti pesawat, tapi harus kuat menahan tekanan air seperti kapal selam.
Salah satu metode solutif yang dipertimbangkan adalah mendesain kapal selam yang lebih ringan berbentuk seperti pesawat yang bisa terbang terbalik, menggunakan daya angkat yang dihasilkan sayap, agar bisa naik ke permukaan air.
Kemudian, setelah di permukaan, sudut sayap itu akan berubah agar menghasilkan daya angkat yang memungkinkan pesawat ini terbang.
Desainer kapal selam, Graham Hawkes, berpendapat bahwa komposit serat karbon ringan modern dapat digunakan untuk membangun sebuah kapal yang cukup kuat sekaligus cukup ringan untuk bergerak di dua dunia; di udara dan di bawah laut.

Hawkes mengungkap, dia sudah merancang dan membangun sebuah kapal selam yang disebut “Super Falcon,” yang dilengkapi sayap pendek untuk turun sampai kedalalaman 300 meter. Jika dipasangi mesin jet dan sayap yang lebih besar, kendaraan itu bisa terbang dengan kecepatan 560 mil per jam.

“Bayangkan cara kerjanya seperti terbang di atas air. Ini sangat mungkin, hanya perlu tambahan kerja keras,” tambah dia.
Hawkes menyarankan desain pesawat itu meniru cara kerja burung. “Hidung kendaraan itu menghadap bawah, menampar air dan menyelam ke dalam air. Ini akan spektakuler.















Kapal Selam Mini

Kolonel (Pur) Ir Dradjat Budiyanto MBA, Perancang Kapal Selam Kate

Si Mini, untuk Perang Bisa, untuk Wisata Oke

Indonesia pernah punya satuan kapal selam yang jaya. Namun, selama itu kapal tersebut selalu dibeli dari luar negeri. Agar tak terus-menerus membeli, Dradjat Budiyanto, pensiunan kolonel, merancang kapal selam kate. Lebih murah dan andal.

DIMAS G. & GUNAWAN S.

ANGKATAN Laut Republik Indonesia (ALRI), yang kini bernama TNI-AL, pernah punya 12 Whiskey. Bukan minuman keras, Whiskey adalah salah satu tipe kapal selam buatan Uni Soviet.







Dua kapal selam yang pertama datang dari negara komunis yang kini sudah bubar itu adalah KRI Tjakra dan KRI Nanggala. Dua nama tersebut memang menggambarkan kedigdayaan. Cakra adalah senjata sakti milik Prabu Kresna, raja Dwarawati. Nanggala adalah senjata tanpa tanding milik Prabu Baladewa, Raja Mandura, kakak Kresna.

KRI Tjakra dan KRI Nanggala dibawa langsung oleh prajurit TNI-AL pada 12 September 1959 setelah belajar di Oksiwi, Polandia. Hari itulah yang lantas diperingati sebagai hari kelahiran Korps Hiu Kencana atau satuan kapal selam.

Seiring berkembangnya teknologi, kapal selam jenis Whiskey mulai pensiun. Terakhir, KRI Pasopati-410 (namanya diambil dari anak panah milik Arjuna yang menewaskan raksasa jahat Niwatakaca) mengakhiri masa tugas. KRI Pasopati lantas jadi monumen kapal selam di tepi Kalimas, samping Surabaya Plaza.

Saat armada kapal selam masih begitu aktif, Indonesia mengirimkan prajurit-prajurit terbaiknya untuk mengikuti pelatihan di luar negeri. Misalnya, di Jerman Barat dan Pakistan. ''Saya merasakan keduanya. Ya di Jerman, ya di Pakistan,'' kenang Dradjat Budiyanto.

Kakek tujuh cucu itu benar-benar dididik untuk menjadi prajurit dengan spesialisasi alutsista (alat utama sistem persenjataan) baru, yakni kapal selam. Memang, sejak berkarir di matra laut itu, Dradjat selalu berada di kesatuan kapal selam.

Dia belajar di Pakistan pada 1996. Kala itu, KSAL Laksamana Arief Kushariadi menginginkan alutsista matra laut yang terjangkau. Sebab, alokasi dana bagi TNI-AL begitu minim. Penugasan ke Pakistan tersebut juga merupakan ''penolakan'' secara halus terhadap rencana pembelian kapal selam baru tipe Scorpene dari Prancis. Kapal itu dibanderol USD 600 juta tanpa torpedo. Versi lengkapnya seharga USD 700 juta (sekitar Rp 7 triliun). ''Terlalu mahal untuk TNI-AL saat itu,'' ujar Dradjat.

Dia belajar bersama enam prajurit lainnya ke Pakistan karena negara itu sedang membangun dua kapal selam mini di Pakistan Naval Dockyard. Di kalangan mereka, kapal selam itu disebut midget. Itu adalah istilah untuk sesuatu yang mini alias kuntet atau kate. Nah, kapal selam kuntet itu hanya menghabiskan anggaran USD 13 juta. Jauh lebih murah daripada Scorpene made-in Prancis tersebut.

''Ditambah pengetahuan dari Jerman, saya bisa menciptakan sendiri desain midget saat kembali di Indonesia,'' jelas suami Sri Hartini tersebut.

Dradjat yang rambutnya telah memutih itu membuktikan omongannya. Dia membuka sebuah map merah berukuran 30 x 35 sentimeter. Isinya adalah konsep midget, kapal selam kate, yang dia ciptakan selama enam tahun sejak 1997. Kapal rancangan Dradjat berbadan luar baja. Panjangnya 24 meter dan hanya berisi 11 orang.

Awaknya adalah empat komando atau frogman serta tujuh pelaut. Karena berukuran kuntet, ia hanya mampu membawa empat torpedo. ''Tidak bisa dikecilkan lagi ukurannya. Lha wong torpedonya saja delapan meter,'' tegas pria kelahiran Madiun, 28 Januari 1943, tersebut.

Secara detail, Dradjat menjelaskan detail si kuntet tersebut. Katanya, kapal selam itu adalah substitusi kapal selam. Rancangan kapal selam yang dinamai Indonesia Midget Experimental 1 Baby Submarine tersebut bisa melakukan apa pun seperti kapal selam umum. Bahkan, ukurannya yang kecil membuat kapal selam itu susah dideteksi musuh. ''Ibarat suara truk dan sedan. Mana yang lebih mudah didengar dari kejauhan? Truk, kan? Soalnya, lebih bising,'' ungkapnya.

Pensiunan kolonel itu tak sekadar merancang dalam gambar. Dradjat juga berbicara khusus dengan penyedia pompa merek Lensen dan pompa pendingin Stork. Mereka diminta membuatkan pompa khusus bagi kapal rancangannya. Dari berbagai harga yang telah disurvei, kapal selam rancangan Dradjat tak bakal menghabiskan lebih dari USD 10 juta.

''Kita bisa membuat kapal selam yang lebih banyak, daripada membeli,'' ujarnya.

Dalam pemikirannya, kapal selam dalam jumlah banyak -walaupun mini- tetap ngefek untuk menjaga keamanan. ''Ibaratnya, kampung yang punya hansip banyak. Lebih aman daripada hanya punya satu hansip yang jago kungfu sekalipun,'' ujar pria yang menguasai bahasa Inggris, Jerman, Rusia, dan Jepang tersebut.

Agar desain itu tidak terkesan asal-asalan dan bisa diaplikasikan, dia mulai melakukan uji coba. Dradjat benar-benar tersenyum puas ketika sejumlah pihak menyatakan bahwa karyanya benar-benar aplikatif.

Misalnya, pengakuan dari Laboratorium Hidrodinamika Indonesia (LHI) BPPH/BPPT, National Ship Design Centre (NASDEC) Departemen Perindustrian, dan komponen teknikal angkatan laut -mulai Fakultas Kelautan Hang Tuah hingga Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL).

Howaldtswerke Deutsche Werft AG (HDW), pembuat kapal selam asal Jerman, juga mengakui ketepatan rancang bangun milik Dradjat. ''Bukan asal-asalan, mereka semua menyetujui tanpa ada intervensi apa pun,'' tegas ayah tiga anak tersebut sambil menunjukkan bukti dari HDW.

Sejak konsep itu selesai pada 2003, Dradjat mulai mempromosikan rancangannya ke berbagai pemerintah. Mantan KSAL Laksamana Arif Kushariadi dan Laksamana M. Arifin sebagai pencetus ide terus mendorong dirinya untuk mewujudkan kapal yang digadang-gadang lebih lincah karena ukurannya yang kecil itu. ''Kemarin (12/10), KSAL Tedjo Edhy Purdijanto menemui saya dan meminta proyek tersebut terus dikembangkan,'' imbuhnya.

Dradjat kembali membuka map merahnya. Kali ini, dia ingin menunjukkan semua surat yang selalu disimpan secara rapi. Di situ ada tulisan konsep midget, filosofi pembangunan, deskripsi teknis SUVT (special underwater vehicle for touring) yang dikirimkan ke Menteri Pertahanan Yuwono Sudarsono, Menristek Kusmayanto Kadiman, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Asrenum Panglima TNI Marsekal Muda Rio Mendung Thaleb, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sejauh ini, instansi-instansi tersebut hanya membalas kiriman Dradjat dengan surat-surat pendek. Intinya, Dradjat harus menguji coba lagi midget rancangannya. Tak ada yang memberi kesempatan pembuatan satu kapal selam pun. Meski, Dradjat sudah menggaransi bahwa biayanya pasti tak lebih dari USD 10 juta (sekitar Rp 100 miliar). ''Padahal, kalau apa-apa beli, kita ora pinter-pinter. Mencoba dan gagal lebih baik daripada diam saja,'' ungkap pria yang pensiun pada 1999 itu.


Pada usianya ke-66, Dradjat merasa ''iri'' pada Letnan Angkatan Darat Israel Uziel Gal yang menemukan senjata Uzi. Dradjat juga melihat Michael Henrik Schmelter dari Jerman yang menemukan kapal selam mini 2Dive. Ide mereka mendapat apresiasi tinggi dari negara masing-masing. ''Jerman berani mewujudkan karya Michael yang seorang pemuda. Saya yang 32 tahun berkutat dengan kapal selam tidak digunakan sama sekali,'' ujarnya.

Bagaimanapun, old soldier never die (prajurit tak akan pernah mati). Dradjat tetap tak patah arang. Dia yakin kelak temuannya dipertimbangkan oleh pemerintah. Pria yang mahir bermain gitar itu akan menahan diri selama mungkin untuk tak melepas karyanya ke luar negeri. Meski, kata dia, sejumlah tawaran mancanegara telah mampir ke rumahnya di Jalan Teluk Tomini. ''Saya anak bangsa. Akan setia sampai akhir kepada Indonesia,'' tegasnya.

Tapi, tetap saja Dradjat berkata lirih. ''Sampai kapan kita menunggu dan mencoba sendiri,'' katanya. Bahkan, dia mengungkapkan bahwa saat ini tak banyak orang di pemerintahan yang punya jiwa pejuang tinggi. Kalah oleh Saridjah Niung Bintang Soedibjo alias Ibu Soed. Dia adalah seorang wanita yang mampu membangkitkan anak bangsa melalui lagu ciptaannya.

Perlahan, Dradjat menyenandungkan lagu ciptaan Ibu Soed yang begitu heroik. Nenek moyangku, seorang pelaut. Gemar mengarung luas samudera. Menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa.










Torpedo Kapal Selam

Torpedo dapat menghancurkan kapal sasarannya hingga berkeping-keping. Itulah salah satu alasan torpedo menjadi senjata serang utama yang disandang kapal selam tipe Whiskey class. KRI Pasopati yang termasuk dalam kapal selam tipe Whiskey  class tentunya juga memiliki torpedo sebagai senjata utamanya. Pada kesempatan ini, Ruci akan menggambarkan kehebatan torpedo yang dimiliki kapal selam tipe Whiskey class yang berasal dari Rusia ini.
Mengenal Torpedo
Torpedo merupakan senjata kapal selam yang khas. Berbentuk tabung memanjang sekitar 4 meter, memiliki berat sekitar 2 ton dengan kaliber sebesar 21, 5 inch (53 cm) dan mampu meluncur dengan kecepatan sekitar 40 knot/jam atau sekitar 60 knot/jam! Tanpa muatan bahan peledak saja, kapal atas air yang ditabrak oleh torpedo ini dapat dipastikan akan bocor lambungnya dan akan tenggelam, apalagi dengan muatan peledaknya yang memiliki berat sekitar 400 kg high explosive, kapal lawan akan patah menjadi dua dan hancur berkeping-keping! Wah, bisa bayangin kan hebatnya torpedo yang dimiliki kapal selam tipe Whiskey class?!
Baling-Baling Ganda
Baling-Baling Ganda
Badan torpedo biasanya terbagi menjadi sekurang-kurangnya tiga bagian pokok. Berikut beberapa ruangan yang ada pada torpedo tipe Whiskey class, yaitu:
1.      Kepala perang (gefechtkopf). Berada di bagian terdepan yang berisi bahan peledak seberat 400 kg.
2.      Kepala pemikir. Berisi giro, baik vertikal giro yang digunakan untuk mengendalikan torpedo agar saat meluncur tidak berguling-guling, dan juga giro horisontal yang berfungsi untuk menentukan arah luncuran torpedo. Pada bagian ini juga terdapat membran yang digunakan untuk menentukan kedalam luncur torpedo, penggalak (zundung, fuze) untuk meledakkan kepala perang.
3.      Ruang mesin. Berisi turbin (pada steam gas torpedo) atau motor listrik (pada torpedo listrik) yang akan memutar baling-baling ganda yang berputar berlawanan arah dan akan mendorong torpedo melaju dengan kecepatan yang lebih cepat dari kapal manapun!
4.      Ruang muatan. Berisi botol UTT (Udara Tekanan Tinggi) dan kerosene yang akan dicampur dalam ruang bakar guna menimbulkan uap yang akan dipakai untuk menggerakkan turbin. Pada torpedo listrik, tempat ini dipenuhi batere Perak Nitrat yang akan memberikan tenaga yang luar biasa besarnya dalam waktu yang singkat.
5.      Sirip tegak, yang berfungsi mengendalikan arah luncuran  dan sirip horisontal yang akan menjaga agar torpedo meluncur dengan stabil, tidak berguling dan mempertahankan kedalaman yang telah diprogramkan. Kemudian, baling-baling ganda yang berputar berlawanan arah. Putaran dibuat berlawanan arah guna menghindarkan efek momen yang akan timbul jika putaran hanya ke satu arah saja.
Bilik Hitung TAS L2
Bilik Hitung TAS L2

Bilik Hitung TAS L2
Ternyata pada kenyataannya, penembakan torpedo tidak sesederhana yang kita bayangkan. Hal ini disebabkan baik kapal selam yang akan menembak dan kapal sasaran yang akan ditembak sama-sama bergerak, sehingga diperlukan kejelian saat akan memasukkan data yang diperlukan pada bilik hitung TAS L2. Pada permukaan bilik hitung TAS L2 terdapat jentera-jentera kecil untuk mengontrol nilai dari data-data yang dimasukkan, ada gambaran-gambaran pada indikator yang penuh dengan angka yang terletak dalam susunan melingkar. Data-data yang diperlukan antara lain:
1.      Kedalaman peluncuran. Semakin besar kapal sasaran, biasanya kedalaman peluncuran juga diset semakin dalam.
2.      Kecepatan luncur torpedo. Bila sasaran berada pada jarak dekat, maka kecepatan akan diset pada kedudukan paling cepat. Bila sasaran jauh, maka kecepatan akan diset pada kecepatan yang optimal sesuai hasil perhitungan.
3.      Arah yang harus ditempuh. Diberikan baringan yang harus diikuti oleh torpedo dalam menuju ke titik temu dengan kapal yang akan dijadikan sasaran.
4.      Pistol peledak. Dapat berupa pistol kontak dimana torpedo akan meledak saat bertumburan dengan lambung kapal sasaran atau berupa pistol magnetik dimana torpedo akan memicu meledakkan hulu ledak pada saat medan magnit berubah dari maksimal menjadi menurun menuju ke nol, yaitu tepat saat torpedo lewat dibawah lunas kapal sasaran.
Saatnya Meluncurkan Torpedo
Torpedo diluncurkan menggunakan peralatan yang disebut peluncur torpedo. Peluncur ini berada di haluan kapal, dimana biasanya ditempatkan torpedo non kendali (straight run), steam gas yang akan meluncur lurus langsung menuju sasaran. Sedangkan peluncur pada buritan kapal biasanya ditempatkan torpedo kendali elektrik, SA-ET 70 yang berkepala pelacak (homing head) akustik.
Beda torpedo kendali dari torpedo straight run/non kendali adalah torpedo masih dapat dikendalikan meski torpedo telah lepas dari peluncurnya. Pengendaliannya bermacam-macam, ada yang menggunakan dawai (draht gelenkter torpedo, wire guided torpedo), seperti torpedo SUT atau Seeschlange Jerman dan Mk 48 Mod 3 Amerika. Selain masih bisa dikendalikan setelah lepas dari peluncur, kita juga dapat mengganti sasaran yang dianggap lebih potensial atau lebih membahayakan bagi kapal selam sendiri. Ada juga pengendalian akustik, dengan melengkapi torpedo dengan kepala pelacak akustik seperti pada torpedo SA-ET 40. Dengan pelacak akustik ini, torpedo akan melacak sendiri kapal lawan yang harus ditenggelamkannya dengan hanya “mendengarkan” suara baling-baling saja! Wow!!
Ruang Torpedo Haluan
Ruang Torpedo Haluan
Torpedo kendali elektrik pada buritan kapal digunakan pada saat melakukan pengunduran diri (manuvra withdrawal) dari kejaran kapal pengawal musuhnya dengan melakukan penembakan tanpa harus berlama-lama mengintai dan menghitung gerakan lawan. Serangan semacam ini tentu tidak akan terduga oleh kapal musuh yang sedang antusias untuk mengejar, terlebih lagi dengan pendorong listriknya, torpedo ini sama sekali tidak meninggalkan bekas yang dapat teramati di air! Tiba-tiba saja mereka akan terlampar dari anjungannya, karena kapalnya telah meledak berkeping-keping!
Sangat menakjubkan jika kita mengetahui kehebatan torpedo yang dimiliki kapal selam tipe Whiskey class yang kita miliki ini!
“Tak Kenal Maka Tak Sayang”..peribahasa ini sangat cocok bagi keadaan sekarang, dimana generasi muda tidak banyak yang mengetahui sistem pertahanan keamanan di Indonesia, karena mereka tidak tahu atau mungkin bahkan tidak mau tahu? Untuk itu Ruci mengajak teman-teman untuk mulai mengenal, mempelajari, mencintai dan menjaga laut kita tercinta..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar